Pasar Sunggingan Ditutup Tiga Hari, Satu Pedagang Positif Covid-19

0
pasar-sunggingan-boyolali
JALAN MASUK: Para pedagang memenuhi pinggir jalan masuk ke lantai atas Pasar Sunggingan pada Senin (3/8/2020) (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo).

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Pasar Sunggingan, Boyolali Kota bakal ditutup selama tiga hari, Selasa hingga Kamis (4-6/8). Penutupan dilakukan menyusul adanya seorang pedagang berinisial S yang dinyatakan positif Covid-19.

“Benar, Pasar Sunggingan akan ditutup selama tiga hari,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Boyolali, Karsino.

Dijelaskan, selama penutupan, pihaknya bersama gugus tugas Covid-19 Boyolali bakal melakukan penyemprotan disinfektan di seluruh area pasar. Tujuannya, untuk mematikan virus penyebab Covid-19.

Pihaknya juga kembali mengingatkan agar seluruh pedagang dan pengunjung pasar di seluruh area pasar tradisional di Kabupaten Boyolali selalu menaati protocol kesehatan. Dimana pedagang dan pengunjung pasar harus mengenakan masker.

“Juga rajin cuci tangan menggunakan sabun di tempat yang telah disediakan.”

Terkait hal itu, pihaknya sudah meminta agar semua Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar melakukan sosialisasi menyeluruh terhadap pedagang dan pengunjung pasar. Jika ditemukan pedagang tidak menggunakan masker, diminta langsung pulang mengambil masker.

“Kami tidak akan menyediakan masker lagi, jadi kami suruh pulang. Demikian pula pengunjung atau pembeli, juga harus tertib menaati protokol kesehatan.”

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Boyolali, Ratri S Survivalina menjelaskan, hingga kini terdapat 225 kasus positif Covid-19. Sebanyak 98 dinyatakan sembuh, 45 orang isolasi mandiri dan slelesai isolasi tercatat 73 orang serta meninggal 9 orang.

“Kasus baru itu meurpakan klaster BMT ada 11 kasus, klaster nakes Puskesmas Kemusu 7, klaster sosialita ada 6.”

Untuk klaster BMT, awalnya ada notifikasi kasus dari RS Dr Muwardi Solo. Pihaknya lalu melakukan tracking tempat kerja maupun lingkungan. Kemudian satu pasien yaitu pasien no 158 berinisial ABZ meninggal dunia.

Terkait klaster Puskesmas Kemusu, bermula saat dilakukan chek up seluruh nakes dengan rapid tes, ternyata 20 orang reaktif. Lalu mereka diswab, yang positif 7. Namun demikian, kini pelayanan Puskesmas sudah kembali normal.“Kami temukan kasus itu pada Kamis (30/7). Lalu, Jumat (31/7) dan Sabtu (1/8) dilakukan pembersihan dan disinfektasi. Sedangkan 7 nakes yang positif kini menjalani karantina di RSD Covid-19 Boyolali.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan