Pasar Sunggingan Boyolali Disemprot Desinfektan, Kadisperindag : Sudah Cukup Dua Pasar Saja

0
pasar-sunggingan-boyolali
SEMPROT DISINFEKTAN: Petugas menyemrptkan desinfektan di area Pasar Sunggingan. (suaramerdeksolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Kasus penutupan dua pasar diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat. Untuk itu seluruh pedagang dan masyarakat diminta mematuhi protokol kesehatan untuk mengatasi penyebaran Covid-19.

Hal itu dikemukakan Kepala Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Karsino di sela- sela kegiatan penyemprotan desinfektan di Pasar Sunggingan, Boyolali Kota, Kamis (4/8).

“Sebelumnya Pasar Ampel dan kini Pasar Sunggingan, cukup dua pasar itu saja,” katanya.

Penyemprotan dilakukan Disdagperin Kabupaten Boyolali didampingi berbagai instansi lain seperti Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan jajaran Polri.

“Penyemprotan area Pasar Sunggingan berkenaan beberapa hari yang lalu ada salah satu pedagang yang positif Covid-19. Sehingga diadakan penyemprotan di seluruh area pasar secara menyeluruh.”
Dijelaskan lebih lanjut, sebanyak  1.687 pedagang Pasar Sunggingan akan bisa beraktifitas seperti semula pada Jumat (7/8). Pihaknya juga menekankan pada kedisiplinan protokol kesehatan pedagang dan pengunjung pasar.  

“Tidak perlu risau tidak perlu takut dengan Covid-19, selama disiplin protokol kesehatan saya jamin Covid-19 tidak akan merebak di pasar.”

Untuk itu, pihaknya telah menyiapkan sarana prasarana pencegahan Covid-19 yakni fasilitas cuci tangan di beberapa sudut pasar. Para pedagang dan pengunjung pasar juga diwajibkan memakai masker dan selalu menjaga jarak agar tidak terpapar Covid-19.

“Pedagang yang tidak membawa masker bakal disuruh pulang. Kami tak akan lagi menyiapkan masker. Demikian pula pengunjung pasar wajib mengenakan masker.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan