Pupuk Organik Cair untuk Tingkatkan Hasil Pertanian

0
pupuk-sragen
LAKUKAN PEMUPUKAN: Para petani melakukan penyemprotan massal pupuk NPK dan pupuk organik cair di areal persawahan di Desa Pilang, Masaran, Sragen pada Rabu (5/8/2020). (suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Petrokimia Gresik bekerjasama dengan Dinas Pertanian (Distan) Sragen menggelar penyemprotan massal pupuk NPK dan organik cair Phonska Oca.

Kegiatan dilaksanakan di lahan padi seluas 31 hektare di Desa Pilang,Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen, Rabu (5/8). Keunggulan pupuk Phonska Oca ini diklaim mampu meningkatkan hasil produksi padi mencapai 61 persen.

Kegiatan dihadiri Direktur Pemasaran Petrokimia Gresik Digna Jatiningsih, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang diwakili Asisten Sekda Suharto dan Kepala Dinas Pertanian Sragen Eka Rini Mumpuni. Kegiatan juga melibatkan 114 petani dari Kelompok Tani (Kelomtan) Sri Lestari dengan menerapkan protokol kesehatan.

Digna Jatiningsih menyampaikan, kegiatan sebagai upaya perusahaan untuk memperkuat sektor produksi pertanian dalam negeri di tengah wabah Covid-19. Dimana intensifikasi pertanian menjadi salah satu strategi menggenjot produktivitas tanaman pangan di tengah ancaman krisis pangan.

“Kegiatan ini kami laksanakan secara beruntun di enam kabupaten di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Setidaknya ada 400 titik demplot percontohan dalam peningkatan produksi padi. Bahkan pengembangan hingga luar jawa juga,” tutur Digna. Menurut Digna, Sragen menjadi salah satu daerah yang menjadi percontohan karena selama ini dikenal sebagai lumbung pangan, khususnya di Jawa Tengah.

Sementara terkait penggunaan pupuk Phonska Oca, merupakan upaya Petrokimia Gresik sebagai perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas tanaman sekaligus perbaikan kondisi tanah. Penggunaan pupuk Phonska Oca juga mampu meningkatkan hasil produksi padi sampai 61 persen.

“Berdasarkan hasil uji coba di berbagai daerah, Phonska Oca terbukti mampu mendongkrak produktivitas tanaman hortikultura hingga 61 persen,” tandas Digna.

Dalam acara itu, Petrokimia Gresik juga menghadirkan klinik pertanian, melalui Mobil Uji Tanah, untuk konsultasi pemupukan dan anak perusahaan (Petrokimia Kayaku dan Petrosida Gresik) untuk pengendalian hama. Hal ini sangat penting mengingat berdasar data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) tahun 2018, setidaknya 70 persen dari 8 juta hektare lahan sawah di Indonesia kurang sehat.

Artinya, sekitar 5 juta hektare lahan sawah memiliki kandungan bahan organik yang rendah.

“Untuk itu melalui kegiatan ini, kami juga ingin meningkatkan kesadaran para petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik, dalam hal ini adalah Phonska Oca,” tegasnya.

Sementara Kepala Distan Eka Rini menjelaskan, saat ini untuk meningkatkan produksi tanaman pertanian, di Sragen juga dilakukan pengendalian serangan hama. Selama ini Kabupaten Sragen memang dikenal sebagai daerah lumbung pangan di Jawa Tengah. “Dengan pengendalian dan penggunaan pupuk yang berimbang, tidak ada persoalan produksi khususnya tanaman padi ditengah pandemi covid-19 khususnya di Sragen,” kata Eka Rini. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan