Pembelajaran Daring Masih Banyak Masalah di Wilayah Utara Sragen

pembelajaran-daring
FOTO/ayojakarta.com

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengakui bila pembelajaran melalui sistem daring di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19), masih menemui banyak kendala.

Salah satu yang utama adalah, kendala keterbatasan susahnya sinyal sehingga internet susah di akses. Kendala ini banyak terjadi di wilayah Sragen Utara seperti di Kecamatan Miri, Tangen, Jenar dan Sumberlawang serta perbatasan seperti Sambirejo.

Dengan kondisi masih adanya kendala seperti itu, Bupati Yuni mengisyaratkan untuk segera menerapkan pendidikan tatap muka atau membuka aktivitas di sekolah. Hal itu disampaikan Bupati Yuni saat ditemui di kantor DPRD Sragen.

“Iya, sistem pembelajaran daring itu masih banyak masalahnya. Apalagi di wilayah Sragen Utara atau Selatan masih susah sinyal dan putus-putus. Itu menyebabkan anak-anak menjadi problem sendiri sekolah untuk lewat daring,” kata Yuni.

Baca : KADIN Sragen Masih Eksis, Tak Terpengaruh Tandingan

Atas kondisi itu, Bupati mengisyaratkan secepatnya akan segera melakukan pendidikan sistem tatap muka di sekolah. Namun soal waktunya kapan, pihaknya menunggu kebijakan lebih lanjut dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Ya secepatnya kita akan segera tatap muka, namun tetap menunggu kebijakan lebih lanjut,” tandasnya.

Namun bila sudah dilaksanakan, pendidikan tatap muka tetaplah harus digelar dengan pengetatan. Utamanya dengan penerapan protokol kesehatan, sebab pandemi Covid-19 yang masih terjadi.

“Pendidikan tatap muka segera, kalau masyarakat mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya. Nantinya, untuk pembelajaran tatap muka akan diterapkan pemadatan pelajaran, pembatasan jumlah murid di setiap kelas dan penerapan protokol kesehatan Covid 19 yang ketat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto menambahkan, terkait rencana pembelajaran tatap muka itu, maka pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes). Pasalnya, pasti ada penjadwalan dan penerapan protokol kesehatan dalam pembelajaran tatap muka tersebut.

Baca : Figur Caecila Sekar M Andalan Petembak Sragen Di Porprov

“Kalau diberlakukan lagi, nanti dilakukan penjadwalan, dimana paling tidak kapasitas kelas hanya menjadi 50 persen dari kapasitas sebelum pandemi dan protokol kesehatannya dilakukan dengan sungguh-sungguh. Apalagi untuk anak kecil seperti anak TK kalau memakai alat perlindungan diri atau masker merasa gerah. Hal-hal seperti ini perlu dipersiapkan sematang-matangnya, jangan sampai mereka terkena dampak Covid 19” papar Sekda. (Basuni Hariwoto)

Baca : SDIT Insan Cendekia Menyelenggarakan Penyembelihan Hewan Kurban Bekerjasama dengan BMHI Boyolali

Baca : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan