Bank Sampah Guyub Rukun Jadi Bank Pangan

bank-sampah-klaten1

*Kembangkan Budidaya Sayuran Media Sampah

SEJAK pandemi Covid-19 melanda tanah air, semua sektor kehidupan terkena dampaknya. Masa pembatasan sosial membuat orang banyak berdiam di rumah sehingga kegiatan terhenti dan produktifitas menurun. Bank sampah pun terkena dampak, volume sampah yang ditabung berkurang dan harga sampah turun.

Kondisi itu disikapi bijak oleh Bank Sampah Guyub Rukuh di Dukuh Gridih, Desa Kahuman, Kecamatan Polanharjo, Klaten. Mereka melakukan terobosan menjadi Bank Pangan sebagai respon masyakarat terhadap Pandemi Covid-19. Jadi tidak hanya mengurusi sampah, tapi mendukung ketahanan pangan.

Upaya itu dilakukan bekerja sama dengan LSM Lestari, Bank Sampah Guyub Rukun, Paguyuban Bank Sampah Semut Harjo dan PT Tirta Investama (TIV) Klaten. Sejak 1,5 bulan lalu, Bank Sampah beranggota 60 warga itu banting setir dengan merintis budidaya sayuran dengan media sampah, seperti botol, karung dan berbagai wadah plastik bekas.

“Awalnya, karena kami kesulitan menjual sampah jadi sampah seperti botol-botol digunakan untuk media tanam sayuran. Di Bank Sampah cuma sedikit, yang banyak di rumah-rumah anggota. Setelah 1,5 bulan sudah bisa dinikmati hasilnya,” kata Baginda Jarwanto, Ketua Bank Sampah Guyub Rukun.

Kini, hasilnya sudah terlihat. Di halaman depan Bank Sampah yang berdiri tahun 2017 itu penuh tanaman sayuran berbagai jenis, mulai dari aneka sawi, kol, bayam merah, bayam hijau, kemangi, cabai, kangkung, terong, labu siam, tomat, hingga empon-empon. Kamis (6/8) sore, digelar “Panen Bareng Nasabah Bank Sampah”.

Penyediakan pangan bagi masyarakat sekitar diawali demham penyediaan sayuran dan empon-empon. Sayuran dan empon-empon dipilih karena mudah dibudidayakan dan waktu panennya cepat. Dengan tersedianya sayuran, belanja harian sayuran yang rata-rata Rp 17.500/keluarga akan berkurang.

“Kegiatan Bank Sampah Guyub Rukun bersama PT TIV, Lestari dan Paguyuban Bank Sampah bertujuan mendukung kemandirian pangan dengan pemanfaatan pekarangan maupun lahan tidur. Jadi tak hanya ngurusi sampah tapi terlibat dalam upaya menghadapi pandemi covid-19,” kata Rama Zakaria dari PT TIV-Aqua Klaten.

bank-sampah-klaten2

Saat ini, Bank Sampah Guyub Rukum tetap membuka layanan penabungan seperti biasanya. Nasabah yang datang untuk menabung sampah dilayani di meja teller, kemudian sampah ditimbang dan dicatat dalam pembukuan dan administrasi komputer. Setelah setor sampah, nasabah bisa memilih jenis sayur yang akan dipanen.

“Penanaman sayuran memang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, minimal dalam memenuhi kebutuhan sayuran. Nasabah Setelah setor sampak, bisa menuju lahan untuk memamen sayuran yang diinginkan. Dia akan didampingi petugas dari BS Guyub Rukun. Sayuran yang dipanen bisa dibawa pulang dengan gratis,” kata Agus Hartana, Direktur Lestari.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan