Indikasi Lawan Kotak Kosong, Gibran Teguh Siap Fight

0
gibran-lawan-kotak-kosong
KETERANGAN PERS : Gibran Rakabuming (tengah) memberikan keterangan wartawan terkait persiapannya maju dalam Pilwakot Solo 2020 belum lama ini. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pasangan Gibran Rakabuming – Teguh Prakosa yang diusung PDI Perjuangan dalam Pilwakot Solo 2020 siap bertarung. Lawan siapa pun kontestannya, duo ini bakalan fight.

Bahkan, lawan kotak kosong sekalipun dalam pemungutan suara Desember 2020 nanti.
Putra sulung Presiden Joko Widodo ini mengungkapkan, setiap perhelatan pemilu, penentu peserta pemilihan umum adalah penyelenggara pemilu dalam hal ini KPU.

Hal itu di katakan Gibran Rakabuming kepada wartawan dalam sebuah acara dukungan pasangan Gibran-Teguh di Solo belum lama ini.

“Penentu peserta pemilu itu adalah KPU (KPU Kota Surakarta-red), bukan kita (Gibran-Teguh), jadi kami siap bertarung,” tegas Gibran yang didampingi Teguh Prakosa.

Gibran mengungkapkan, DPP PDI Perjuangan sudah menentukan, bakal calon yang maju dalam Pilwakot Solo 2020 mendatang adalah dirinya dan Teguh Prakosa. Pasca-keluarnya rekomendasi dari DPP itu, baru partai Gerindra Surakarta pemilik tiga kursi di DPRD Surakarta yang menyatakan secara resmi dukungan ke Gibran-Teguh.

Baca : Bakalan Cetak Sejarah, Pasangan Baju Siap Jadi Lawan Tanding Gibran-Teguh

PAN dan Golkar yang juga memiliki tiga kursi menyatakan dukungannya, namun rekomendasi dari DPP masing-masing belum keluar. Pun dengan PSI pemilik satu kursi di legislatif yang juga menyatakan dukungan resmi.

Hanya PKS Surakarta pemilik lima kursi yang terang-terang akan mencarikan lawan buat duet Gibran-Teguh.

“Terima kasih atas dukungan para partai pemilik suara di DPRD. Dan baru Partai Gerindra yang sudah menyampaikan dukungan resmi kepada kami,” papar Gibran.

Kotak Kosong

Terkait banyaknya rumor yang beredar, dirinya bakalan lawan kotak kosong, Gibran mengaku hal itu belum pernah dipikirkannya.

“lihat saja nanti seperti apa,” tegas suami Selvi Ananda ini.

Adapun salah satu kandidat kuat penantang Gibran-Teguh, pasangan Bagyo Wahyono-FX Supardjo masih berkutat pada proses vervikasi dukungan baik administrasi dan faktual. Pro-kontra, duet pasangan independen ini lolos dari lubang jarum masih jadi perbincangan publik.
“Proses verivikasi masih berjalan, baik verivikasi dukungan perbaikan administrasi dan faktual. Keputusan lolos tidaknya pasangan ini sebagai peserta pilwakot usai verivikasi rampung,” kata Ketua KPU Kota Surakarta Nurul Sutarti.

Baca : 14.575 Personil Diterjunkan untuk Pengamanan Pilkada Serentak 2020

Sementara itu, Inisiator Gerakan Rakyat Untuk Daerah Kota Surakarta (Garuda), BRM Kusumo Putro SH MH menegaskan, Pilwakot Kota Solo semakin kurang menarik dan tidak semarak lantaran bukan ajang pesta demokrasi yang sesungguhnya.

Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta yang bakal digelar pada 9 Desember 2020, bukan tempat rakyat memilih pemimpinnya, tetapi sebagai ajang bagi calon pemimpin untuk meminta rakyat mengesahkan legalitas sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota dalam balutan Pilkada.

”Terpilihnya Gibran Rakabuming dan Teguh Prakosa sebagai calon wali kota dan calon Wakil Wali kota dan didukung 4 partai yaitu PAN, Partai Gerindra, Partai Golkar dan PSI, maka Pilkada tahun 2020, saya anggap sudah selesai,” ungkapnya.

Baca : Paguyuban Kades Bantah Gabung Joswi

Pada tempat terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Surakarta, FX Hadi Rudyatmo sekaligus Wali Kota tak mempermasalahkan adanya polemik yang beredar di tengah masyarakat, bahwa jagonya akan lawan kota kosong. Rudy mengatakan kadernya sudah memanaskan mesin untuk memenangkan Gibran-Teguh. Ada ataupun tidak ada lawan bukan masalah baginya.

“Ada lawan kita bekerja, tidak ada lawan kita juga bekerja, itu karena perintah partai, bukan perintah saya,” kata Rudy di lokasi yang sama.(Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan