Pandemi Covid-19, BPR Kandimadu Arta Buka Cabang di Masaran

BPR Kandimadu Arta
GUNTING PITA - Pemegang Saham Pengendali Titiek Maryani didampingi Dirut BPR Kandimadu Arta Agustinus Sutejo, menggunting pita menandai pembukaan Kantor Cabang di Masaran, Sragen Jumat (7/8/2020).(suaramerdekasolo.com/Anindito AN)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Di tengah kondisi ekonomi yang menurun saat ini akibat pandemi Covid-19, BPR Kandimadu Arta nekat mengembangkan sayap dengan membuka cabang di Masaran, Sragen. Pembukaan cabang tersebut merupakan realisasi atas Rencana Bisnis Bank (RBB) BPR tahun 2020.

‘’Meski baru buka cabang, kami tidak memulai dari nol karena sudah ada nasabah di Masaran ini,’’ ungkap Agustinus Sutejo, Dirut BPR Kandimadu Arta yang berkantor pusat di Colomadu, Karanganyar itu.

Baca : Penumpang Masih Lesu, PT KAI Optimalkan Angkutan Logistik

Dikatakan kantor cabang yang baru sudah mendapat ijin operasional OJK melalui surat OJK No.5-563/KO0301/2020, tanggal 17 Juli 2020. Kantor Cabang di Masaran, Sragen adalah kantor cabang keempat setelah KPO Colomadu, Kantor Cabang Salatiga dan Kantor Cabang Sukoharjo.

Agustinus Sutejo melihat kalau di Masaran, Sragen merupakan pusat bisnis dan potensial. Sehingga bertepatan dengan HUT Ke-26 BPR itu membuka Cabang di Sragen. Meski sudah ada sejumlah BPR di Masaran, namun manajemen tidak gentar untuk membuka cabang baru.

Bank Sehat

Dikatakan BPR Kandimadu Arta mampu mempertahankan kinerjanya. Jika dibandingkan dengan kinerja akhir tahun 2019 baik dari sisi Aset, Kredit yang diberikan dan Dana Pihak Ketiga masing-masing tumbuh di angka 12 persen, 21 persen dan 11 persen.

Baca : Polkesta Surakarta Terima Wastafel Portabel Dari BTN

Dengan tetap menjaga rasio Non Performing Loan (NPL) di angka 3 persen. ‘’Kinerja itu dicapai berkat sinergi antara pengurus, karyawan serta didukung sepenuhnya pemegang saham,’’ tuturnya.

Lembaga keuangan itu masuk dalam predikat Sehat yang tercermin pada Laporan Tingkat Kesehatan Bank per Juli 2020, dengan rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 31,62 persen, Kualitas Aktiva Produktif (KAP) 2,55 persen dan Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif (PPAP) 100 persen serta Return of Asset (ROA) 2,50 persen.

Untuk biaya operasional dibanding Pendapatan Operasional sebesar 86,71%. Untuk Cash Ratio (CR) 10 % serta Loan to Defosit Ratio (LDR) 89,55 persen.

Baca : IHSG Bergerak Terbatas, Investor Solo diminta Cermati Isu Sektortal

Selain itu BPR yang mendapat pengakuan dari lembaga survey perbankan nasional dengan memperoleh penghargaan bergengsi dari INFO BANK AWARD sebagai BPR dengan kinerja sangat bagus selama tiga tahun berturut-turut, yakni tahun 2017, 2018 dan 2019. Juga penghargaan dari The Finance 100 Top BPR tahun 2020 kategori BPR dibawah aset Rp 100 milyar.(Anindita AN)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan