Jajaran Partai Berkarya Jateng Solid Mendukung HMP

polemik-partai-berkarya
SOLID : Jajaran pengurus DPP Partai Berkarya dan DPW Partai Berkarya Jateng menyatakan solid mendukung Ketua Umum Hutomo Mandala Putra, saat konferensi pers di Hotel Lor In Solo, Senin (10/8). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

SOLO, suaramerdekasolo.com – Jajaran pengurus dan kader Partai Berkarya Jateng menolak dan tidak mengakui adanya musyawarah nasional luar biasa (munaslub) yang digelar Presidium Penyelamat Partai Berkarya (P3B) pada 11-12 Juli lalu.

Jajaran pengurus dan kader menyatakan solid mendukung Hutomo Mandala Putra (HMP) sebagai Ketua Umum Partai Berkarya dan Priyo Budi Santoso sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai.

Dengan penegasan tersebut, jajaran pengurus dan kader tidak mengakui penyelenggaraan munaslub yang digelar oleh Partai Berkarya kubu Muchdi PR, serta memberi sanksi pemberhentian dari keanggotaan partai terhadap kader dan pengurus yang terlibat dalam munaslub.

“Partai Berkarya Jateng mendukung kepemimpinan HMP dan solid. Terkait adanya munaslub yang digelar P3B, kami tidak mengizinkan kader maupun pengurus se-Jateng untuk terlibat,” tegasnya, dalam konferensi pers di Hotel Lor In Solo, Senin (10/8).

Ditegaskannya, adanya dokumen yang menyatakan Jateng turut mengirimkan delegasi dalam musnalub adalah tidak benar. “Jika ada yang mengaku sebagai delegasi DPW Partai Berkarya Jateng dan tanpa hak menerbitkan dokumen DPW, maka akan kami tempuh jalur hukum,” tegasnya.

Diakui, ada beberapa pengurus dari enam daerah di Jateng yang ikut mendukung terselenggaranya munaslub. Atas hal itu, sesuai amanat Rapimnas IV Partai Berkarya, mereka diberhentikan dan dicabut keanggotannya.

Sekretaris DPW Partai Berkarya Jateng Miko Vinaldho menegaskan, munaslub yang digelar P3B merupakan tindakan inkonstitusional.

“Sementara terkait terbitnya surat pengesahan dari Kemenkumham RI atas perubahan susunan pengurus DPP Partai Beringin Karya (Berkarya) 2020-2025, kami masih menunggu instruksi selanjutnya dari Ketua Umum. Sebab saat ini tengah dilakukan gugatan hukum atas pengesahan tersebut,” tuturnya.

Sementara itu, Bendahara Umum DPP Partai Berkarya Purwanto Yudhonagoro menegaskan, DPP telah mengeluarkan instruksi agar seluruh jajaran tetap tenang dan solid dalam menyikapi situasi.

“DPP secara simultan mengambil langkah-langkah strategis yang dijamin konstitusi dalam menghadapi masalah yang terjadi, demi menjaga marwah, kehormatan dan eksistensi Partai Berkarya,” jelasnya.

DPP juga menginstruksikan pada seluruh jajaran partai, kader dan sayap partai, untuk satu komando dan loyal, serta tidak melibatkan diri dalam semua bentuk kegiatan yang mengatasnamakan Partai Beringin Karya (Berkarya). (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan