Muncul Klaster Tukang Cukur

kasus-corona
FOTO ILUSTRASI

SUKOHARJO,suaramerdeka.com – Tren kenaikan kasus positif corona Sukoharjo belum berhenti. Berdasarkan data periode 3-9 Agustus terdapat tambahan 29 kasus positif. Dari jumlah tersebut didominasi kasus positif tanpa gejala (asimptomatik) sebanyak 19 orang dan kasus positif dengan gejala (simptomatik) sebanyak 10 orang.

“Muncul klaster baru yakni klaster tukang cukur dimana minggu ini menulari dua anggota keluarganya,” jelas Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati.

Untuk tambahan kasus lainnya, ujar Yunia, merupakan klaster lama yang belum berhenti tranmisinya. Masing-masing tenaga kesehatan (nakes) rumah sakit di Solo dan kontak eratnya dimana terjadi tambahan kasus tiga orang.

Kemudian kotak erat apat kemanan yang terjadi tambahan dua kasus serta tenaga kesehatan rumah sakit di Wonogiri dimana ada tambahan satu kasus.

Dilihat dari asal penemuan kasus, dikatakan Yunia hampir separuhnya ditemukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) dari penelusuran kontak erat, yakni 14 kasus. Selanjutnya masing-masing empat orang oleh RS Dr Moewardi (RSDM) dan RS UNS serta dua orang dari RS Nirmala Suri.

Ada juga yang ditemukan oleh Puskesmas Joyontakan Solo, RS Dr Oen Solo, RSUD Ir Soekarno Sukoharjo, RSUD Wonogiri, serta RS Darurat Boyolali. Dari 29 kasus yang ditemukan pada periode 3-9 Agustus, sebanyak 18 orang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing, satu isolasi di RSDM dan dan 1 menjalani rawat inap di rumah sakit. Dari 29 kasus positif tersebut, dua diantaranya adalah balita. (Heru Susilo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan