Lagi, UMS Nambah Guru Besar, Siapa Dia?

PENGUKUHAN- Prof Taufiq Kasturi (kiri) menyampaikan preview pidato pengukuhan guru besar bertema Psikologi Akhlaqul Karimah untuk meningkatkan diri dan masyarakat dalam jumpa pers di Dapur Solo, Selasa (11/8). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com- Dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Taufiq Kasturi dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-30 di perguruan tinggi swasta terkenal di Kota Solo tersebut.

Taufiq merupakan alumni pertama Fakultas Psikologi UMS yang akan menyandang gelar Guru Besar dalam pengukuhannya di Auditorium Moh Djazman, pada Kamis (13/8). Dalam pidatonya, profesor ke-30 UMS di bidang psikologi itu akan menjelaskan konsep ”Psikologi Akhlaqul Karimah untuk meningkatkan diri dan masyarakat”
.
Upacara pengukuhan guru besar akan dilakukan secara luar jaringan (luring) dan dalam jaringan (daring) melalui aplikasi Zoom dan YouTube TV UMS.

Prof Taufiq Kasturi yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan mengatakan, tema Psikologi Akhlaqul Karimah sangat urgent dan penting untuk disampaikan, karena konsep ini belum terjamah dalam dunia psikologi. ”Saya tertarik untuk menyampaikan tema tersebut,” jelas dia dalam Jumpa Pers di Dapur Solo, Selasa (11/8).

Dia mengibaratkan pohon, bahwa Akhlaqul Karimah memiliki tiga bagian yaitu akar sebagai aqidah, batangnya adalah syariah, daun atau buahnya adalah akhlaqul karimah.
”Baik buruk suatu buah tergantung dari batang dan akarnya. Baik buruknya akhlaq tergantung dari aqidah dan syariatnya,” terang guru besar bidang psikologi itu.

Taufiq juga menegaskan, bahwa secara fundamental antara akhlaq dan moralitas berbeda. ”Moralitas didasari dari riset para tokoh semata, semantara akhlaq didasari ilmu agama,” jelasnya.

Ditambahan Taufiq, akhlaqul karimah juga memegang prinsip keseimbangan. Dia mengilustrasikan kalau ada orang yang terlalu dermawan untuk membelanjakan uang, trakthir banyak orang tanpa memikirkan kebutuhan pokok sudah tercukupi atau belum, itu juga contoh akhlaq yang buruk.

”Begitu sebaliknya, konsep akhlaqul karimah adalah konsep keseimbangan tidak terlalu ke kanan dan ke kiri,” terang Ketua Wakil Rektor 3 PTM Se-Indonesia itu mengakhiri pernyataanya. (Sri Hartanto)

Tinggalkan Pesan