Polisi Identifikasi Perusak Baliho Pasangan Etik Agus

baliho-etik-agus-dirusak
DIRUSAK : Salah satu baliho pasangan cabup Etik-Agus di desa Bentakan, Kecamatan Baki dirusak. (suaramerdekasolo.cm/Heru Susilo)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Polisi hingga saat ini masih terus mendalami kasus pelaporan dugaan perusakan baliho pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Sukoharjo dari PDI Perjuangan Etik Suryani-Agus Santosa.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho mengatakan pelaporan kasus dugaan perusakan baliho pasangan Etik-Agus masih dalam penyelidikan. Sejauh ini belum ada pelaku yang diamankan polisi.

“Baru identifikasi pelaku,” kata AKP Nanung.

Dijelaskan, untuk mengungkap kasus dugaan perusakan baliho tersebut butuh waktu. Selain menggali keterangan saksi di sekitar lokasi juga mengumpulkan barang bukti pendukung lainnya. Barang bukti ini seperti rekaman kemera pemantau atau cctv jika ada di sekitar lokasi.

Bendahara DPC PDI Perjuangan Sukoharjo Wawan Pribadi menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus dugaan perusakan baliho pasangan Etik-Agus ke Polisi. Partai berlambang banteng moncong putih ini berharap agar kasus tersebut segera terungkap.

PDI Perjuangan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus dugaan perusakan puluhan baliho Etik-Agus agar polisi bisa mengusut siapa pelakunya.

Ketua DPRD Sukoharjo ini mengungkapkan ada puluhan baliho sosialisasi pasangan Etik-Agus rusak yang tersebar di lima kecamatan. Kelima kecamatan ini meliputi Kartasura, Grogol, Baki, Nguter dan Tawangsari.

Menurut Wawan, aksi perusakan baliho Etik-Agus menunjukkan sikap ketidakdewasaan dalam berpolitik. Apalagi selain dirusak, baliho sosialisasi pasangan Etik-Agus juga ditulisi dengan kata-kata kotor.

Pihaknya berharap aparat kepolisian mampu mengusut dan menemukan pelaku perusakan baliho Etik-Agus. Dalam kesempatan itu, Wawan juga meminta seluruh kader tenang menghadapi situasi ini.

“Jangan terpancing atau terprovokasi apapun. Semua tetap tenang agar polisi bisa mengusutnya,” pintanya. (Heru Susilo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan