Sebagian Wilayah Boyolali Mulai Kekurangan Air Bersih

bantuan-air-bersih-juwangi
KIRIM BANTUAN: Sejumlah mobil tangki siap mendrop bantuan air bersih di wilayah Kelurahan Sambeng, Kecamatan Juwangi. (suaramerdekaslo.com/Joko Murdowo)

*Bantuan Air Bersih Digelontorkan

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Sebanyak tujuh wilayah kecamatan di Kabupaten Boyolali mulai kekurangan air bersih. Kondisi ini direspon cepat Pemkab Boyolali dengan mengirimkan bantuan.

Tahap awal, sebanyak delapan tangki air bersih digelontorkan bagi warga di wilayah Kelurahan Sambeng, Kecamatan Juwangi. Bantuan tersebut secara simbolis dilepas Wabup Boyolali, M Said Hidayat di halaman Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup M Said Hidayat berpesan agar seluruh petugas yang mengirimkan air bersih tetap mentaati protokol kesehatan. Hal ini mengingat masih dalam tahap pandemi Covid-19. Sehingga seluruh petugas dan masyarakat selamat dan tidak terkena pandemi tersebut.

“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian jajaran Pemkab Boyolali terhadap kondisi masyarakat, utamanya yang kekurangan air bersih,” katanya disela sela apel kesiapsiagaan bencana kekeringan, Selasa (11/8/2020).

Tahun ini, pihaknya juga mengetuk peran serta swasta untuk turut memberikan bantuan. Ehingga ada sinergi antara

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo menambahkan, ketujuh wilauah kecamatan yang rawan air bersih adalah, Juwangi, Kemusu, Wonosamodro, Wonosegoro, Musuk, Tamansari, dan Selo. Untuk itu, masyarakat yang kekurangan air bersih diminta segera mengajukan bantuan ke BPBD.

“Pengajuan oleh desa melalui kecamatan setempat. Begitu surat pengajuan datang, kami akan langsung kirimkan bantuan air bersih.”

Terkait jumlah bantuan yang akan dikirimkan ke masyarakat, Bambang Sinungharjo mengungkapkan, bantuan diplot sebanyak 1.400 tangki. Pasalnya, tahun ini menurut BMKG adalah kemarau basah. Sehingga ditetapkan, bantuan air bersih dimulai tanggal 1 agustus dampai 31 Oktober.

Jika sudah ada hujan, maka bantuan dihentikan. Sebaliknya, jika belum hujan maka bantuan akan ditambah.

“Tahun ini kami siapkan sekitar 1.400 tangki. Dari BPBD 400 tangki, Kesra Setda Boyolali sebanyak 200 tangki dan PMI 100 tangki serta pihak ketiga sekitar 800 tangki.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan