Kapolresta Tabuh Genderang Perang, Kejar Kelompok Intoleran

0
kapolresta-surakarta
TEGAS- Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak dengan tegas menyatakan perang terhadap kelompok intoleran saat ditemui di Polresta Surakarta, Selasa (12/8). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO,suaramerdekasolo.comKapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak menabuh genderang perang kepada kelompok intoleran dan para pelaku remanisme.

Mantan Dirreskrimsus Polda Lampung itu menegaskan tidak ada tempat bagi kelompok intoleran yang terlibat penyerangan di kediaman Habib Umar Assegaf di Mertodranan, Pasarkliwon untuk bebas.

”Dimanapun mereka bersembunyi akan kami kejar sampai kapanpun,” tegas Ade Safri usai melaksanakan pedang pora untuk mengantar kepergian Kapolresta Surakarta sebelumnya, Kombes Pol Andy Rifai yang alih tugas sebagai Kabid TIK Korps Brimob Polri di Polresta Surakarta, Selasa (11/8/2020).

Baca : 5 Pelaku Penyerangan di Mertodranan Ditangkap, Siapa Mereka?

Pengejaran terhadap para pelaku intoleran yang belum tertangkap sudah dilakukan di berbagai tempat. Meski ada perintah tindak tegas, terukur bagi para pelaku penyerangan, Kapolresta Surakarta yang baru itu masih memberikan waktu bagi para pelaku yang buron untuk segera menyerahkan diri.

”Tindakan tegas, terukur akan kami lakukan apabila mereka tidak segera menyerahkan diri,” tandas perwira menengah berpangkat melati tiga dipundak tersebut.

Kali pertama bertugas di Polresta Surakarta, Ade Safri fokus utamanya menuntaskan penganiayaan, perusakan dan penghasutan dimuka umum yang terjadi di Mertodranan, Pasarkliwon beberapa waktu lalu.

Baca : Polri Tindak Tegas Pelaku Penyerangan Kediaman Habib Umar Assegaf Mertodranan

Selain itu, penanganan kamtibmas, lanjut Kapolresta, juga menjadi perhatian yakni memerangi berbagai bentuk tindak kejahatan seperti kekerasan dan premanisme.

Dalam penjelasannya, dari puluhan pelaku yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan di rumah Habib Umar Assegaf, belum ada perkembangan yang signifikan. ”Pihak kepolisian masih terus mengembangankan kasusnya. Sedang dari lima orang yang telah diamankan, empat menjadi tersangka, yang satu perannya masih didalami,” ungkapnya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan