Beredar Pernyataan Sikap Pengurus NU Solo Raya Atas Kejadian di Rumah Habib Umar Assegaf, Berikut Pernyataanya

0
nahdlatul-ulama
FOTO ILUSTRASI

SOLO,suaramerdekasolo.com – Aksi pengeroyokan pada upacara adat, Midodareni (doa jelang perkawinan) di Mertodranan Pasar Kliwon Surakarta (Solo) patut disesalkan.

Atas peristiwa itu, Redaksi suaramerdekasolo.com dan sejumlah media lainnya juga menerima broadcast berisi pernyataan sikap dari pengurus NU Solo Raya melalui pesan singkat whatsapp.

Dalam rilis itu disebutkan, peristiwa yang terjadi hari Sabtu, (8/8/20 di kediaman keluarga alm. Habib Segaf Al-Jufri oleh sekelompok orang yang menimbulkan korban, rasa takut, dan kerusakan material menimbulkan keprihatinan bersama.

Aksi brutal di saat Pandemi covid-19 dan krisis ekonomi yang melanda dunia jika dibiarkan akan menimbulkan masalah baru bagi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bahkan berpotensi terjadinya disintegrasi bangsa.

Tindakan brutal itu bukan hanya melanggar hukum sesuai dengan konstitusi negara RI tetapi juga melanggar terhadap norma syariat Islam.

Oleh karena itu, para Ulama dan Kiai NU (Nahdlatul Ulama) se Soloraya menyatakan sikap sebagai berikut.

  1. Mengecam keras segala bentuk tindakan anarkhis, kekerasan, dan main hakim sendiri dengan dalih agama yang menciderai nilai-nilai kemanusiaan dan syariat agama Islam.
  1. Syariat Islam sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan menghargai perbedaan, sebagai perwujudan Islam rahmatan lil alamin.
  1. Meminta kepada aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas pelaku dan aktor intelektual dibalik kerusuhan tersebut dengan seberat-beratnya berdasarkan hukum yang berlaku dan tidak melakukan pembiaran.
  1. Meminta kepada polri untuk melakukan tindakan preventif dan antisipatif, serta melindungi terhadap warga masyarakat yang mendapatkan ancaman dari kelompok- kelompok anarkhis agar tidak terjadi kerusuhan horisontal di Masyarakat.
  1. Meminta kepada polri untuk membubarkan setiap kegiatan kelompok intoleran, radikalis, dan teroris yang mengancam terhadap keutuhan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia).
  1. Para Ulama Se Soloraya mendukung aparat penegak hukum untuk melakukan tindakan tegas terhadap pelaku anarkis baik perorangan, kelompok maupun kelembagaan demi terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, damai, dan tenteram.
  1. Mengajak seluruh komponen masyarakat se Soloraya agar menciptakan iklim
  2. kehidupan yang toleran dan damai sebagai perwujudan Bhineka Tunggal Ika dengan berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 45. (*)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan