7 Anggota TRC BPBD Boyolali Dinyatakan Positif Covid-19

0
trc-bpbd-boyolali
TUNGGU SWAB: Sejumlah anggota TRC tiduran di halaman Kantor BPBD Boyolali sembari menunggu pelaksanaan swab. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Sebanyak tujuh anggota Tim REaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali dinyatakan positif Covid-19. Mereka sepenuhnya merupakan klaster baru yaitu klaster TRC BPBD.

Menurut anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Boyolali, Insan Adi Asmono, ketujuh orang tersebut kini telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat (RSD) Covid-19 Boyolali. Untuk itu, kontak erat ketujuh pasien tersebut langsung dilakukan swab.

“Kontak erat yang menjalani swab sebanyak 50 orang,” katanya, Selasa (18/8).

Swab dilakukan dua kali dengan selang waktu 24 jam dan sampel cairan langsungf dikirimkan ke laboratorium. Sementara menunggu hasilnya, ke-50 orang tersebut bakal menjalani karantina mandiri di Kantor BPBD.

“Untuk itu, Kantor BPBD dinonaktifkan sementara dan disemprot disinfektan. Fungsi BPBD untuk sementara diambil alih oleh Kantor Satpol PP. Sedangkan Posko Satgas Covid-19 digeser ke Kantor Dinkes setempat.

Selain swab terhadap 50 karyawan BPBD, pihaknya juga akan melakukan swab terhadap kontak erat tujuh pasien itu di wilayah desa masing- masing. Swab akan dilakukan oleh tim RSU Pandan Arang Boyolali pada Rabu (19/8).

“Swab kontak eratnya ada 150 orang.”

Disinggung tentang awal mula adanya 7 anggota TRC yang positif, Insan mengaku bermula saat ada satu anggota tenaga kesehatan (nakes) di Solo dinyatakan positif Covid-19. Kebetulan, suami nakes itu adalah anggota TRC Boyolali.

“Dia lalu diswab dan dinyatakan positif.”

Otomatis, kontak erat anggota TRC yang positif itu ditracking dan tercatat sebanyak 14 orang. Mereka lalu menjalani swab dan dinyatakan sebanyak 6 orang positif. Dari kasus itu, dilakukan tracking lagi hingga ditemukan kontak erat sebanyak 50 orang.

“Mereka inipun lalu menjalani swab, mudah- mudahan hasilnya negatif.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan