Kompetisi Virtual Running FKOR UNS, 10 Besar Ikuti Running Virtual Live

0
fkor-uns
Dekan FKOR Dr Sapta Kunta (kanan) didampingi ketua anotia Dlamet Widodo memberikn keterangan mengenai 10 peserta Virtual Run yang masuk ke final. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Fakultas Keolahragaan (FKOR) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar kompetisi virtual running dalam rangka Dies Natalis ke-2 FKOR UNS. Kegiatan tersebut diikuti 1.303 peserta dari berbagai daerah.

Dekan FKOR UNS Dr Sapta Kunta mengemukakan, babak penyisihan virtual run dilaksanakan pada Minggu (16/8) mulai pukul 07.00 – 10.00 WIB. Seluruh peserta menggunakan aplikasi Jomrun untuk memgukur kecepatan dan jarak berlari kemudian mengirimkannya ke panitia.

Melalui babak penyisihan tersebut panitia menyeleksi 10 peserta di tiap kategori yang meliputi kategori pelajar/ mahasiswa putra, pelajar/mahasiswa putri serta kategori masyarakat umum putra dan masyarakat umum putri.

Kunta menjelaskan, peserta yang masuk kedalam 10 besar di masing-masing kategori berhak mendapatkan pulsa sebesar Rp 100 ribu yang akan dikirimkan FKOR UNS ke nomor handphone yang sudah tertera pada google form saat pendaftaran.
Panitia selanjutnya akan mengadu waktu tercepat berlari peserta pada babak final, Rabu (19/8), pukul 07.00 pagi.

Nantinya, peserta akan diminta menyiarkan secara langsung proses saat berlari secara live melalui Youtube dengan menggunakan aplikasi virtual running JomRun untuk menentukan juara 1, 2 dan 3. Pemenang akan diumumkan pada Kamis (20/8) pukul 13.00 siang.

“Tujuannya, agar peserta yang masuk 10 besar tidak melakukan kecurangan dalam virtual running ini.”
Dalam kesempatan itu, Panitia juga menemukan peserta tertua dalam kompetisi tersebut.

Sesuai data peserta yang diterima panitia, terdapat nama Arko Bawono, yang tercatat sebagai peserta tertua dengan usia 71 tahun. Arko Bawono yang lahir pada 20 September 1949 mencatatkan waktu berlari 21 menit 12 detik.
“Peserta ini sangat menginspirasi kita semua walau usianya sudah 71 tahun namun ia mampu berlari sejauh 2,4 km dalam virtual running ini,” imbuh Dr. Sapta Kunta.

Ketua Panitia Slamet Widodo mengemukakan, event kejuaraan tersebut cukup dinanti oleh kalangan atlet lantaran semenjak pandemi hampir tidak ada kompetisi keolahragaan. Karena itu, kegiatan yang dilaksanakan FKOR itu meraup peserta cukup banyak kendati waktu publikasi dengan penyelenggaran sangat mepet yakni hanya seminggu.

Selain itu, kegiatan virtual run tersebut juga dalam rangka turut serta mengkampanyekan dan mendukung program pemerintah menuju Indonesia Sehat sekaligus sebagai upaya memperkenalkan budaya olahraga kepada masyarakat.

“Di era pandemi ini imunitas masyarakat harus terjaga dan salah satunya melalui olahraga. Kami juga mengajak masyarakat untuk menjaga imun melalui olahraga, ” kata Slamet. (Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan