Lagi, Otak Pelaku Penyerangan di Mertodranan Pasar Kliwon Ditangkap

0
kapolresta-surakarta-2020
Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak saat menyampaikan penangkapan otak pelaku penyerangan di Merodranan, usai apel siaga di Manahan, Selasa (18/8). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

*Pelaku Lain pada Kabur

SOLO,suaramerdekasolo.com- Polisi terus memburu para pelaku penyerangan di Kampung Mertodranan, saat ada acara midodareni di kediaman Habis Umar Assegaf.

Dalam mengejar para pelaku yang belum tertangkap, info terbaru ada satu lagi pelaku yang diyakini sebagai otak penyerangan dibekuk petugas setelah kabur di wilayah Pacitan, Jawa Timur.

Otak pelaku penggerak massa yang ditangkap di Pacitan, Jawa Timur berinisial S warga Pasar Kliwon, Solo. Penangkapan satu pelaku penggerak dan penghasut dalam kasus penyerangan dan penganiayaan di rumah Habib Umar Assegaf tersebut dikemukakan Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak usai acara gelar pasukan di Area Parkir Manahan yang langsung dipimpin Kapolda Jateng, Irjen Pol Ahmad Luthfi, Selasa (18/8).

Pelaku S setelah ditangkap dan ditemukan cukup bukti sebagai salah satu aktor dibalik penyerangan, lanjut Kapolresta, langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polresta. “Setelah dilakukan pengusutan, yang bersangkutan merupakan penggerak dari kelompok intoleran yang saat itu turun ke lokasi kejadian dan melakukan kekerasan,” tegas mantan mantan Kapolres Karanganyar tersebut.

Perwira menengah berpangkat melati tiga dipundak itu melanjutkan penjelasannya bahwa pelaku berinisial S juga dijerat pasal yang sama dengan pelaku lain yang sudah ditangkap sebelumnya yakni pasal 160 KUHP tentang penghasutan yang berujung pada kekerasan, dan atau Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dan Pasal 335 KUHP tentang ancaman dengan kekerasan. Ancaman hukuman bagi para pelaku sesuai pasal tersebut selama sembilan tahun penjara.

Adapun berdasar hasil pengembangan penyidikan, hingga saat ini, sudah ada 10 orang yang bekuk di sejumlah tempat, baik di tempat tinggalnya maupun di tempat persembunyiannya. Enam pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka, sedang empat orang masih didalami keterlibatannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi kekerasan dan penyerangan yang dilakukan kelompok intoleran terjadi di Kampung Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Sabtu (8/8) malam.

Peristiwa yang membuat Habib Umar Assegaf dan kedua keluarganya itu terluka akibat dianiaya para pelaku tersebut bermula saat keluarga Habib Umar Assegaf menggelar acara doa bersama sebelum acara pernikahan atau yang dikenal acara midodareni. Namun mendadak, muncul puluhan orang yang mendatangi lokasi tersebut.

Kejadian tersebut ternyata direkam oleh warga sehingga hasil videonya dengan cepat tersebar luas di masyarakat. Dalam rekaman video terdengar ada suara takbir dan ada beberapa pelaku menganiaya para korban yang berusaha meninggalkan lokasi kejadian.

Aparat kepolisian yang sebenarnya sudah tiba di lokasi mencoba untuk mengendalikan massa yang makin banyak.
Petugas saat itu mencoba untuk mengamankan situasi dan melindungi para korban yang dianiaya para pelaku.

Adapun gelar pasukan yang melibatkan ratusan pasukan dari berbagai kesatuan di Area Parkir Manahan, tujuannya untuk mengejar para pelaku yang belum tertangkap.

Dalam instruksinya secara langsung, Kapolda memerintahkan seluruh pasukan yang ikut apel siaga untuk terus memburu, mengejar para pelaku penyerangan dari kelompok intoleran yang belum tertangkap. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan