Rayakan Tahun Baru Islam, Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta Rekaman Nahawand

agham-nahawand
REKAMAN : Dikdasmen Muhammadiyah Surakarta merekam nagham nahawand di Lokananta. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Umat Islam seluruh dunia kembali memperingati Tahun Baru Islam 1441 Hijriyah. Dalam rangka peringatan tahun baru tersebut, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Surakarta mengukir sukses salah satunya dalam bidang seni Alqur’an Recording Nagham Nahawand di Lokananta di tengah pandemi Covid-19, Rabu (19/8/2020).

“Masa pandemi Covid-19 kiprah Muhammadiyah melalui melalui dDikdasmen berkontribusi bagi umat, bangsa dan kemanusiaan semesta dengan karya merawat berjejak abadi bacaan Alqur’an bersama Lokananta,”ujar Muqorrobin pembina al Islam Kemuhammadiyahan Dikdasmen Solo.

Ke depan, Majelis Dikdasmen Solo akan mengembangkan “Delapan Maqamat Quraniyyah”. Naghom adalah vocal suara indah tunggal (tanpa diiringi alat musik), dan tidak terikat dengan not balok dan khusus dipergunakan untuk Tazyin As-Shout bi tilawah Alqur’an.Implementasi nagham sebagai unsur estetika dalam bacaan Alquran sudah tumbuh sejak periode awal Islam.

Di antara delapan varian nagham seperti Bayyati (Husaini), Sika, Shoba (Maya), Rasta alan nawa, Hijazi (Hijaz), Jiharkah, Nahawand (Iraqi), dan Banjaka (Rakbi).

Baca : Kolonel Nav I Nyoman Suadnyana Gantikan Kolonel Pnb Adrian P Damanik sebagai Danlanud Adi Soemarmo

“Muhammadiyah Solo kembangkan Nahawand dan berbeda serta menjadi ciri khas. Tapi berguna dan bisa dimanfaatkan umat dan masyarakat umumnya tidak untuk kalangan sendiri. Harapan ke depan, Insya Allah dengan qadarullah kita kembangak delapan nagham Alquran,”imbuh Muqorrobin.

Bukankah persyarikatan Muhammadiyah bercita-cita mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya sebagai khaira Ummah? Tentunya Muhammadiyah wajib berkecukupan lahir maupun batin, berilmu dan beramal,  duniawi dan ukhrawi.

Baca : Senkom Kecam Aksi Anarkis di Solo, Pernyataan Usai Upacara 17 Agustus

Tingkatan seni baca al-qur’an yaitu mu’allam seni baca al-Qur’an dasar, murottal seni baca al-Qur’an lanjutan, dan mujawwad seni baca al-Qur’an yang menggunakan nada rendahsedang dan tinggi dengan irama yang khusus.

Jatmiko, Pegiat  Tahsin yang juga wakil kepala sekolah SD Muhammadiyah 1 Ketelan mengungkapkan rasa syukurnya bisa mengikuti tashih memeriksa kebenaran dan menjaga spirit momentum hijrah di era pandemi Covid-19 bersama ustaz Drs H Muqorrobin, Drs H Muchsin al Rasyid Hakam al Faruq, dan Sogi Agung Sanoto. Kegiatan diperkuat Assesmen Marketing Lokananta N. Andi Kusuma beserta staf Sriyono.

Baca : Karyawati Terminal Tipe A (TTA) Tirtonadi Solo menjalani Rapid Tes

“Alhamdulillah, setidaknya dengan adanya upaya keras untuk merekam bisa dijadikan literasi dan bahan pembelajaran jarak jauh,” pungkasnya.(Evie Kusnindya)  

Editor : Budi Sarmun

1 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan