Jadi Pilar Demokrasi, Profesi Jurnalis Jangan Punah

0
pers-pilar-demokrasi
NGOBROL BARENG : Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima menjadi pembicara dalam acara Ngobrol dan Sharing dalam acara Sosialisasi Empat Pilar di Rumah Makan Adem Ayem, Jumat (21/8/2020). (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Era digital saat ini menjadi lahan subur bagi tumbuhnya media sosial, khususnya di Indonesia. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi media online, media cetak, dan televisi dalam memberikan informasi yang valid bagi masyarakat.

Pasalnya, tren yang terjadi di tengah masyarakat adalah sumber informasi yang dipakai mayoritas adalah media sosial.

Baca : Rp 150 Miliar Untuk Membangun Jalan di Wonogiri

Politikus PDI Perjuangan asal Solo Aria Bima saat menjadi pembicara dalam acara Ngobrol dan Sharing dalam acara Sosialisasi Empat Pilar di Rumah Makan Adem Ayem, Jumat (21/8/2020) malam mengatakan, peran media mainstream lebih dipertajam lagi dalam memberikan informasi yang benar dan akurat kepada masyarakat.

“Pers menjadi salah satu pilar demokrasi sangat penting, sehingga dalam membangun demokrasi di Indonesia pers harus bisa memberikan pencerahan. Sebab saat ini masyarakat memilih media sosial dalam mencari sumber informasi. Padahal tak sedikit informasi yang disampaikan di medsos itu hoax,” katanya.

Baca : Ada Lawan atau Lawan Kotak Kosong, Yuni Siap Menang

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima ini juga berharap profesi jurnalis di Tanah Air tetap langgeng. Meskipun serbuan media sosial kian massiv.

Dari pantaun AB sapaan Aria Bima, media mainstream di Tanah Air ini makin terdesak dengan kehadiran media-media semacam ini. Stasiun televisi, media cetak juga mengalami kondis terberat abad ini. Hal ini juga berimplikasi terhadap kesejahteraan para pekerja, terutama jurnalis,

“Jangan sampai profesi jurnalis ini hilang di Indonesia. Mengingat jurnalis merupakan pilar demokrasi,” katanya.

Baca : Paslon Bajo Benar-benar Cetak Sejarah, Lolos Verfak KPU Bersiap Lawan Gibran-Teguh Pada Pilwakot Solo

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan