Tujuh Anggota TRC BPBD Boyolali Dinyatakan Sembuh

0
trc-bpbd-boyolali
DIJEMPUT: Petugas menjemput anggota TRC usai dirawat di RSD Covid-19 Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

*Usai Jalani Perawatan di RSD Covid-19 Boyolali

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 7 orang anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Boyolali akhirnya dinyatakan sembuh. Namun, mereka harus tetap menjalani isolasi mandiri di Wisma Jelok Indah, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo.

“Benar, mereka sudah dinyatakan sembuh sejak Rabu (19/8) malam,” ujar anggota Satgas Covid-19 Kabupaten Boyolali, Insan Adi Asmono.

Dijelaskan, ketujuh anggota TRC tersebut sebelumnya dirawat di RSD Covid-19 Boyolali. Namun, setelah sembuh tidak bisa segera pulang karena pemukiman masih disiolasi. Isolasi juga dilakukan di lingkup Kantor BPBD Boyolali.

“Karena pemukiman mereka dan kantor BPBD masih diisolasi. Rencana kami isolasi bagi 7 TRC BPBD dilakukan selama 7 hari atau sampai hasil swab teman-teman atau kontak erat keluar negatif,” lanjutnya.

Pihaknya berharap seluruh kontak erat 7 anggota TRC BPDB Boyolali nanti negatif. Saat ini, mereka masih menunggu hasil uji lab setelah mnejalani swab. Sehingga garda terdepan penanganan bencana ini bisa beraktifitas normal kembali.

Penanggung jawab RSD Covid-19 Boyolali, dokter Nugroho menyatakan ketujuh anggota TRC BPBD Boyolali dirawat sejak Senin (17/08). Setelah dirawat selama tiga hari, pihaknya melakukan swab evaluasi.

“Tujuh pasien sembuh tersebut dari hasil swab evaluasi sudah negatif Covid-19.”

Sementara itu, salah satu klaster penularan Covid-19 di Boyolali terus mendapatkan perhatian. Yaitu, klaster BMT Tumang yang mengakibatkan salah satu pengelolanya meninggal dunia. Namun demikian, saat ini sudah tertangani.

“Kami bersyukur bahwa kasus ini sudah berhasil tertangani dengan baik,” kata Ketua Pengurus Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Tumang, Dwi Rochmiathy.

Untuk itu, pihaknya meminta agar seluruh anggota tidak perlu panik. Apalagi, pengelola juga sudah menerapkan protokol kesehatan terkait antisipasi penularan Covid-19 tersebut. Hal itu berlaku di Kantor Pusat dan seluruh Kantor Cabang di Jateng, DIY dan Jatim.

Pihaknya juga memaparkan secara kronologis terkait terpaparnya salah satu penglola. Kejadian bermula saat AZ alias ABZ, salah satu pengelola tidak masuk kantor sejak 9 JUli 2020 karena sakit.

Lalu, tanggal 23 Juli, dari hasil swab, dia dinyatakan positif Covid-19 dan dirawat di rumah sakit di Solo. Dari kondisi itu, maka semua pengelola yang berada satu kantor dengan AZ dan 3 Kantor Cabang yang pernah dikunjungi AZ dari tanggal 16 Juli masuk daftar tracking.

“Dari jumlah tracking sebanyak 75 orang, 67 di antaranya negatif dan 8 orang positif. Namun, kini ke-8 pengelola sudah sembuh semua.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan