Klaten Gelar Polling, 80 Persen Orang Tua Izinkan Pembelajaran Tatap Muka

0
belajar-mengajar
FOTO/DOK

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Sesuai Surat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, memperbolehkan daerah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Salah satunya, Kabupaten Klaten karena kasus positif Covid-19nya, cukup terkendali sehingga Dinas Pendidikan Klaten melakukan sejumlah persiapan termasuk mengadakan pooling.

Namun tentu saja ada syaratnya, pertama harus sudah zona kuning, kedua harus ada izin dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten, untuk SMP koordinasi dengan Gugus Tugas Kecamatan, untuk SD koordinasi dengan Gugus Tugas Desa dan Puskesmas setempat.

Baca : Rencana Pendidikan Tatap Muka, Guru Perlu Perlindungan Hukum

Sebelumnya, juga sudah dilakukan pemeriksaan kesiapan sekolah untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka, terkait penerapkan protokol kesehatan.Sekolah yang belum siap dilarang menggelar belajar tatap muka. Dinas Pendidikan Klaten mendorong sekolah-sekolah untuk melengkapi kesiapan fasilitas.

‘’Yang sangat penting, sekolah harus mengantongi surat ijin orang tua sebelum menggelar pendidikan tatap muka. Pooling sudah kami lakukan pekan lalu, hasilnya sekitar 80 persen orang tua setuju pendidikan tatap muka, sedangkan 20 persen masih menginginkan sistem daring,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan Klaten Wardani Sugiyanto.

Baca : Daurah Tahfidz Virtual, Sarana Tumbuhkan Cinta Alquran

Di Klaten jumlah SD/MI baik negeri maupun swatas mencapai 680, sedangkan SMP/MTs sekitar 115 sekolah. Ada total 160.000 siswa termasuk PAUD/TK, sedangkan untuk SD dan SMP sekitar 138.000 anak. Untuk mendata kesiapkan sekolah sudah diterjunkan pengawas SD, pengawas SMP, juga kasi dan kabid.

‘’Saat Klaten sudah masuk zona kuning, kami sudah mengajukan ijin untuk menggelar pendidikan tatap muka ke Gugus Tugas. Namun setelah itu, jumlah kasus positif covid-19 di Klaten meningkat, sehingga kami menunda dan memperpanjang pembelajaran daring hingga 29 Agustus 2020,’’ ujar Wardani.

Baca : Pembelajaran Daring Masih Banyak Masalah di Wilayah Utara Sragen

Selama sistem daring, sejumlah kendala dialami termasuk susah sinyal dan terbatasnya sarana internet dan perangkatnya. Untuk mengatasi hal itu, guru-guru terutama di desa-desa pinggiran melakukan pembelajar dengan mendatangi siswa, terutama siswa kelas 6 yang sebentar lagi akan ujian akhir.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan