Razia Narkoba di Rutan, hanya Handphone yang Ditemukan

0
razia-gabungan-rutan-surakarta
Razia tim gabungan dari petugas rutan dan satnarkoba Polresta Surakarta didalam ruang tahanan Rutan Klas 1 Surakarta, pada Rabu (26/8) malam. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com– Disinyalir ada napi yang masih leluasa menjual narkoba jenis sabu-sabu, petugas Rutan Klas 1 Surakarta gencar merazia ruang tahanan yang dihuni para napi narkoba maupun tahanan umum lainnya.

Untuk membuktikan adanya napi terlibat sebagai pengedar dengan menggunakan orang lain di luar rutan, pihak rutan mengajak jajaran Satnarkoba Polresta Surakarta merazia di dalam ruang tahanan.

Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya dugaan warga binaan terlibat sebagai pengedar meski berada di dalam rutan. Namun razia yang berlangsung Rabu (26/8) malam, petugas gabungan tidak menemukan bukti narkoba. Hanya ponsel yang ditemukan di dalam ruang tahanan.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Rutan Klas I Surakarta, Urip Dhama Yoga saat ditemui di kantornya, Kamis (27/8) pagi.

Razia didalam ruang tahanan, sejak Urip Dharma Yoga menjabat 1,5 bulan, sejumlah smartphone dapat diamankan petugas.

“Sejak saya menjabat sudah tiga kali razia, razia pertama hasil handphone nihil, kemudian razia kedua, pada Rabu (19/8) malam kita berhasil menemukan 9 HP android, kemudian tadi malam (rabu (27/8)) kita juga melakukan razia dan menemukan 6 unit HP, 3 dalam keadaan baik, 3 dalam keadaan rusak parah,” paparnya.

Seluruh Handphone tersebut, lanjut Urip, kemudian diserahkan kepada pihak kepolisian. Sejumlah Handphone, diserahkan untuk membantu aparat penegak hukum dalam menguak apakah ada peredaran narkotika yang dikendalikan dari balik jeruji penjara.

“Setelah kita temukan, lalu diserahkan ke kepolisian agar bisa dilakukan pendalaman, karena ketika kita temukan HP dalam keadaan terkunci, kita tidak bisa membuka, namun kepolisian punya tim Labfor, yang bisa membuka pola HP tersebut,” jelasnya.

Belasan smartphone ditemukan saat petugas menggelar razia di Blok C. Handphone disembuyikan didalam Bantal, Guling, serta kasur warga binaan tersebut. “Banyak smartphone kita temukan dengan menggunakan alat metal detector,” terang Urip.

Dari mana sejumlah Handphone tersebut bisa masuk ke rutan, Urip mengatakan masih mendalami hal tersebut. “Untuk barang titipan dari keluarga sudah kita perketat. Setiap ada barang yang masuk, kita teliti, siapa yang mengirim, untuk siapa, kemudian kita masukkan kedalam mesin x-Ray, terakhir diperiksa manual, setelah clear baru diserahkan pada yang bersangkutan,” tandasnya.

Terkait adanya indikasi temuan dari Satnarkoba Polresta Surakarta bahwa peredaran narkoba ada yang dikendalikan dari balik lembaga permasyarakatan, salah satunya disinyalir di Rutan Surakarta, Urip mempersilakan pihak kepolisian mendalami hal tersebut.

“Kalau ada napi kita, bahkan petugas kita terbukti terlibat dalam pengendalian nakotika, silakan amankan, proses sesuai hukum yang berlaku. Ini bentuk komitmen kita untuk menekan laju peredaran narkotika, khususnya di Kota Solo,” pungkas Urip. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan