Tamu Membeludak, Mantan Bupati Rina Iriani Ajak Pertemuan Virtual

0
rina-iriana-bebas
DIKERUBUNGI – Rina Iriani dikerubungi ibu-ibu warga kampungnya setelah keluar dari LP Bulu Semarang menjalani bebas bersyarat. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Kharisma Rina Iriani sebagai mantan bupati yang dekat dengan warga Karanganyar saat menjabat dua periode sejak 2003-2013 ternyata belum luntur meski dia harus ”sekolah” 6 tahun di LP Bulu Semarang. Tamu yang ingin berkunjung tak terbendung.

Sejak tahu dia pulang ke rumah 1 Agustus lalu, semua lapisan ingin berjumpa dengannya melepas kerinduannya kepada bundanya yang pernah dikenalnya saat menjabat bupati beberapa waktu lalu. Saat menjabat, karakter keibuan Rina memang menonjol dan dia harus diakui dekat dengan rakyat.

Baca : Bebas Bersyarat, Rina Disambut Pejabat Karanganyar

‘’Praktis saya tidak bisa leluasa istirahat di rumkah. Sejak jam 09.00 tamu yang datang sudah mengantre. Sampai jam 21.00 tamu terakhir biasanya baru lepas dari rumah di Jaten. Demikian besoknya sudah antre lagi sampai sekarang,’’ kata Rina usai menemui 17 camat yang datang menemuinya di rumahnya, Rabu malam.

Kamis pagi jam 09.00 sudah datang lagi kerabatnya yang di Badan Pertanahan, disusul mantan Asisten II Nunung Susanto yang sudah pension, dan Sugianto bos TKI yang sejak tahun 2007 didorong Rina untuk memfasilitasi kerja para TKI di sector formal, sampai 170 pengurus PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) se Karanganyar, dari 17 kecamatan.

Baca : Panen Perdana Padi Rojolele Srinar dan Srinuk

Untuk pengurus PGRI akhirnya ditunda Selasa dan diminta datang bergiliran, sebab Rina sendiri takut tidak bisa menjaga social distancing. Karena itu dia minta yang datang bergiliran tiap kecamatan sehingga tidak terlalu berjubel.

‘’Saya berpikir mengajak pertemuan secara virtual lewat zoom meeting saja sehingga berkurang untuk saling bertemu langsung. Tapi semuanya menjawab tidak puas jika tidak berjumpa langsung dengan saya sehingga akhirnya semua masih datang ke rumah,’’ kata dia.

Namun tetap saja minggu depan Rina akan mencoba bertemu dengan beberapa warga Karanganyar secara virtual, agar bisa dibuat contoh betapa di masa pandemi ini kalo memungkinkan bertemu secara virtual saja sudah cukup.

Baca : Belajar di Rumah Tanpa Inovasi Bisa Stres, Kenapa Ya?

Sebab masih ada rombongan kades yang ingin bertemu, termasuk mantan kades saat Rina menjabat dulu, yang juga ingin mengetahui kabar terakhir dari cerita Rina sendiri. Belum guru-guru yang tidak puas karena hanya diwakili pengurus PGRI saja.

Saat menemui camat-camat se Karanganyar, Rina mencoba mengenali satu persatu lagi. Sebab yang masih ada dan masih tetap menjadi camat saat Rina memimpin dulu tinggal satu vatau dua saja. Lainnya sudah berganti, termasuk ajudan Rina yang kini menjadi camat Matesih.

‘’Kami tetap menganggap bunda (sapaan kepada Rina-red) sebagai sesepuh. Seperti pesan Bupati Juliyatmono agar semua tetap menghormati mantan pejabat, termasuk Bunda, maka kami para camat sepakat hadir untuk sowan ke rumah,’’ kata Murseno, camat Jatipuro yang masih kerabat Rina.

Baca : Proyek Griya Lawu Asri Selesai, Perumnas Ditawarkan ke ASN Pemkab Karanganyar

Kepada para camat, Rina meminta agar selalu siap disalahkan masyarakat. Sebagai pelayan masyarakat itu sudah biasa. Yang penting bekerja ihlas dan diniati ibadah. Sebab benar saja disalahkan, apalagi salah. Maka semuanya harus diterima dengan lapang,’’ kata Rina.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan