Penipu Pedagang Masker Dibekuk Resmob Polres Klaten

0
tersangka-hipnotis-klaten

*Penipu Pedagang Masker Dibekuk Resmob Polres Klaten

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Tim Resmob Polres Klaten berhasil membekuk pelaku penipuan terhadap Mario Lucky (33) pedagang penjual di pinggir jalan Klaten Tengah, dalam waktu kurang dari 24 jam. Penangkapan pelaku dilakukan di daerah Kediri, Jawa Timur, Kamis (27/8) malam.

Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu, SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andryansyah Rithas Hasibuan, S.H., S.I.K. mengatakan penangkapan tersangka berinisial J (42) warga Purwodadi, Grobogan membutuhkan waktu kurang dari 24 jam sejak kasus tersebut dilaporkan oleh korban, Kamis (27/8) siang.

”Begitu laporan masuk, tim Resmob langsung diterjunkan untuk memburu pelaku. Berdasar hasil lidik, pelaku ditengarai berada di wilayah Kediri Jawa Timur karena bekerja di sana. Jadi, tim langsung ke arahkan ke sasaran untuk melakukan penangkapan,” ujar Kasat Reskrim.

Penangkapan tersangka pelaku penipuan pedagang masker hingga menyebabkan kerugian sekitar Rp 1,8 juta itutidaklah mudah. Saat melakukan penyelidikan, aparat mendapatkan info bahwa tersangka berada jauh dari Klaten. Dia ditangkap saat bekerja di sebuah proyek di Jatim. Usai wilayah Jawa Timur.

”Usai menangkap pelaku, tim Resmob Polres Klaten membawa pelaku ke Mako Polres Klaten, tiba di Mako sekitar pukul 22.00 WIB. Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa 62 lembar masker handphone merek LG, 1 buah sepeda motor Honda Vario 125, helm dan pakaian yang digunakan pelaku saat melakukan penipuan,” tegas Kasat Reskrim.

Setelah dimintai keterangan, tersangka mengaku melakukan penipuan karena sedang bokej alias tidak mempunyai uang. Kondisi itu membuat muncul jiat untuk melakukan aksi penipuan terhadap pedagang masker. Dia membawa kabur puluhan masker dan handphone milik korban.

Untuk mencegah kejadian serupa, AKP Andryansyah Rithas Hasibuan berpesan agar masyarakat lebih berhati-hati saat melakukan transaksi apapun. Karena tidak menutup kemungkinan para pelaku kejahatan menjadikan proses jual beli sebagai modus penipuan. (Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan