490-an Debitur Minta Relaksasi ke Bank Jateng Karanganyar, Nilainya Rp 82 Mliliar

0
bank-jateng

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 490-an debitur mengajukan relaksasi atas pinjamannya ke Bank Jateng Karanganyar selama masa pandemi covid ini, sejak Maret lalu. Nilai pinjamannya mencapai Rp 82 miliar. Yang sudah direalisasi disetujui relaksasi sekitar Rp 75,6 miliar, lainnya masih dalam penelitian.

‘’Sesuai dengan kebijakan utang yang diterapkan Bank Jateng, ada yang relaksasi dengan perpanjangan masa angsuran, misalnya selama masa covid dan usahanya menurun mereka hanya bayar bunga dulu, pokoknya belum,’’ kata Sigit Nurbiyanto, Pemimpin Cabang Bang Jateng Karanganyar, Rabu.

Baca : Pencari Bantuan Usaha Rp 2,4 Juta Membeludak

Ada juga yang direlaksasi dalam bentuk keringanan membayar bunga. Kalau mestinya dia harus membayar bunga sekitar Rp 1 juta sebulan, namun karena usahanya menurun sebab covid ini sehingga kemampuannya membayar bunga hanya separohnya, itu tetap diterima.

Sepanjang kondisinya memang sesuai dengan kenyataan usahanya. Dan itu setiap tiga bulan dievaluasi, apakah kondisi usaha debitur itu menjadi lebih baik, apakah memang semakin menurun, atau tetap saja. Ini menjadi pertimbangan untuk melakukan relaksasi.

Ada yang malah meminta perpanjangan karena ternyata kondisinya semakin memburuk sehingga relaksasi yang kita berikan malah diperpanjang lagi, hingga relaksasi kedua atau ketiga, ada pula yang setelah Juli ini membaik.

Baca : Pandemi Covid-19, Len Industri Revisi Pendapatan 2020 menjadi Rp 4,2 T

Namun secara menyeluruh kondisi pandemi covid ini tidak mengganggu kondisi Bank Jateng Karanganyar. Permohonan relaksasi hanya sekitar 8,2 persen dari keseluruhan kredit yang dikucurkan yang sudah mencapai hampir Rp 1 triliun.

Karena itu memang tidak masalah. Artinya kondisi Karanganyar secara keseluruhan masih aman. Hanya sektor properti dan konstruksi yang sementara terhenti karena memang beberapa proyek pemerintah ditunda sehingga ini sedikit berpengaruh. Untungnya bisa tertutupi sektor lain sehingga semuanya masih aman.

Sigit menunjukkan laba yang dicapai Bank Jateng Karanganyar masih bisa mencapai Rp 38 miliar per Juli melebihi target atau tercapai 118  persen di atas target yang mestinya hanya sekitar Rp 32 miliar per Juli ini.

Baca : Pasca-long Weekend, Pertamina Mencatat Kenaikan Konsumsi Avtur di Jateng

Dan sampai sekarang penyaluran kredit masih terus berjalan meski harus lebih hati-hati lagi. Namun itu tidak masalah karena prinsip kehati-hatian atau prudential banking tetap harus diberlakukan dalam bisnis perbankan ini.

Yang jelas, kemungkinan dampak covid ini baru terasa setelah periode Maret 2021 nanti, setelah covid ini berjalan satu tahun. Karena pada saat itu bertepatan dengan debitur mulai mengembalikan pinjaman pokok dan bunga. Nah itu akan mulai terasa. Namun harapannya semuanya segera berakhir dan kondisi segera pulih, iklim usaha juga membaik.

Baca : Panen Tak Laku, Petani Tembakau Merugi

Sigit juga mengklarifikasi soal dana CSR Bank Jateng yang tertulis hanya Rp 540.000 untuk pembelian 20 kendaraan pengangkut sampah di Karanganyar yang sebetulnya Rp 540 juta. Dan itu diberikan pula ke daerah lain di Jateng sesuai dengan proposal yang dikehendaki daerah tersebut. Kebetulan Karanganyar meminta kendaraan pengangkut sampah untuk desa.(Joko DH)

Tinggalkan Pesan