Boyolali Masih Zona Merah, Pembelajaran Tatap Muka Ditunda

0
pendidikan-boyolali-2020
PASANG HAND SANITIZER: Guru SMPN 2 Boyolali mengecek ketersediaan hand sanitizer di depan kelas. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Boyolali memutuskan menunda pembelajaran tatap muka bagi siswa SMP. Pasalnya, kondisi wilayah masih dalam zona merah Covid-19.

“Dari 22 wilayah kecamatan masih zona merah, kecuali Kecamatan Selo yang masuk zona kuning,” kata Kepala Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Darmanto, Jumat (4/9).

Padahal, sesuai keputusan bersama Mendikbud, Mendagri, Menag dan Menkes maka kegiatan tatap muka pendidikan harus memenuhi empat unsur. Yaitu, pertama tata periksa menyangkut infrastruktur protokol kesehatan. Kondisi ini sudah dipenuhi oleh sekolah yang ada.

Kemudian kedua, persetujuan dari orang tua siswa yang juga sudah dipenuhi. Yang setuju, maka siswa bisa mengikuti pembelajaran tatap muka dan yang tak setuju tetap mengikuti pembelajaran secara online. Unsur ketiga adalah zona atas sebaran Covid-19 serta izin dari dinas terkait setempat.

“Untuk Boyolali amsih zona merah sehingga diputuskan belum bisa dilakukan pembelajaran tatap muka. Kami tunda hingga kondisi memungkinkan.”

Sebelumnya, pembelajaran tatap muka direncanakan mulai digelar Senin (7/9) bagi siswa SMP. Tercatat sebanyak 54 SMP diizinkan menggelar kegiatan tersebut berdasarkan hasil verifikasi sebelumnya. Sekolah tersebut masuk kategori sangat siap.

Diakui, pembelajaran tatap muka sangat penting. Mengingat tidak semua guru bisa mengoperasikan ponsel android secara maksimal. Apalagi, pihaknya juga belum melakukan pelatihan bagi para guru. Selain itu, tidak setiap siswa memiliki ponsel android.

“Belum lagi keberadaan sinyal ponsel yang sulit ditangkap di sebagian wilayah.”

Kepala SMPN 2 Boyolali, Agus Winarno mengakui siap melaksanakan semua keputusan Disdikbud setempat. Pihaknya mengungkapkan, fasilitas pendukung untuk pembelajaran tatap muka di era new normal sudah siap.

Antara lain, tempat cuci tangan dan sabun di setiap kelas. Kemudian ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) lengkap dengan aneka obat- obatan. Juga disiapkan thermogun untuk mengecek suhu tubuh para siswa dan guru. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan