Perayaan Milad ke-85, Menebar Manfaat di Tiap Milad

0

SOLO,suaramerdekasolo.com – Perayaan Milad ke-85 Sekolah Rujukan Nasional Pendidikan Karakter Berbasis Teknologi Informasi dan Budaya SD Muhammadiyah 1 Surakarta diisi dengan peluncuran berbagai program inovasi sekolah.Kepala SD Muhammadiyah 1 Sri Sayekti mengemukakan,  program unggulan yang diluncurkan tersebut meliputi buku panduan protokol Covid-19, buku panduan ibadah, dan inovasi M1 Smart multiguna.

 “Setiap kali milad,  kami ingin menebar manfaat pada masyarakat. Kali ini kami meluncurkan buku panduan protokol kesehatan untuk pembelajaran selama pandemi yang kami susun,” kata Sayekti kepada Suara Merdeka. 

Baca : Pembangunan SD Muhammadiyah 1 Surakarta Diserahterimakan

Dikemukakan,  sekolah berbudaya unggul yang dipimpinnya telah cukup lama melewati berbagai kondisi zaman dengan era tantangan dan peluang yang berbeda tetapi bercita cita tetap eksis dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas.Milad Ke-85 yang berlangsung di tengah pandemi suasananya berbeda.

Tahun keprihatinan ini komponen sekolah diajak lebih kemuhasabah mengutamakan spiritual,  meningkatkan kesehatan, kompetensi guru karyawan dalam memberikan layanan orang tua dan siswa berkaitan kualitas pembelajaran jarak jauh. 

Ia mengemukakan,  jika nanti sekolah diinstruksikan Dinas Pendidikan untuk menggelar pembelajaran tatap muka,  pihaknya telah menyiapkan skenario yang sudah disimulasikan sehingga menjamin keamanan dan kesehatan guru maupun siswa. Persiapan tatap muka dimulai bentuk satgas Covid-19, SOP pranata kerja, menyiapkan sarpras tatapmuka, cuci tangan, masker, setiap kelas dua lokal, jadwal-jadwal sterilisasi AC dan ruang kelas.

Untuk jam masuk jika dilangsungkan kelas tatap muka,  sekolah mengaturnya menjadi kelas atas dan bawah untuk membagi mana yang daring dan tatap muka di sekolah. Pembelajaran hanya akan digelar selama empat jam dengan jumlah siswa perkelas tak lebih dari separuhnya. 

Baca : SD Muhammadiyah 1 Surakarta Siapkan Skenario New Normal

Sekolah juga meniadakan segala bentuk ekstrakurikuler dan kegiatan yang berpotensi membuat kerumunan. Jam masuk dan pulang juga diatur sedemikian rupa sehingga tidak terjadi penumpukan siswa.Namun karena saat ini sekolah masih diinstruksikan untuk pembelajaran daring,  sekolah melakukan berbagai kiat agar pembelajaran tetap maksimal salah satunya dengan home visit ke rumah siswa.  

“Home visit dulunya memang fokus ada upaya komunikasi atau konsultasi antara guri dengan wali murid terkait siswa.  Namun karena adanya permintaan dari orang tua,  home visit kami fokuskan ada embelajaran utamanya untuk kelas 1,” paparnya. 

Kendati demikian, kata Sayekti,  home visit tidak wajib dan sangat bergantung pada persetujuan wali murid.  Jika wali murid meminta pada sekolah untuk dilakukan home visit,  sekolah memfasilitasinya. Hal itu bisa dilakukan secara berkelompok maksimal lima siswa ataupun perseorangan. Home visit tetap mengutamakan protokol kesehatan. 

“Jika ada yang keberatan dengan home visit,  kami tidak memaksa. Kami tetap berupaya memaksimalkan keselamatan dan kesehatan siswa, ” tegas Sayekti. 

Baca : SD Muhammadiyah 1 Surakarta Gelar Evaluasi Pembelajaran Daring

Upaya untuk mengoptimalkan pembelajaran dengan home visit, lanjutnya,  harus dilakukan karena SD Muhammadiyah 1 merupakan sekolah rujukan nasional sehingga harus membuat langkah kemajuan dan menjadi contoh. (Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan