Tembok Beteng Petilasan Keraton Kartasura Dibersihkan

0
kerja-bhakti-keraton-kartasura
KERJA BHAKTI SUKARELA : ''Komunitas Kartasura Bergerak'' yang berisikan berbagai elemen pemuda dari beberapa desa di sekitar situs peninggalan sejarah petilasan Keraton Kartasura, tampak bekerja bhakti secara sukarela bersih-bersih rumput dan menanam aneka bunga untuk memperindah tembok beteng yang kini jadi objek wisata spiritual di Kabupaten Sukoharjo itu. (suaramerdekasolo.com/Won Poerwono)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sejumlah elemen pemuda yang tergabung dalam ”Komunitas Kartasura Bergerak”, Sabtu pagi (5/9/2020) mulai pukul 08.00 WIB mengadakan kerja bhakti membersihkan rerumputan yang tumbuh liar di sepanjang tembok beteng petilasan Keraton Kartasura.

Kegiatan yang dilakukan tepat pada tanggal 17 Sura tahun Jimakir 1954 sesuai kalender Mataram/Jawa itu, bisa disebut sebagai ”pisungsung” untuk mangayubagya 275 tahun pindahnya Keraton Mataram dari Kartasura ke Mataram Surakarta.

”Saya enggak ikut sowan ndherek wilujengan 17 Sura. Biar Kanjeng Kris KRT Kristanto-Red) saja. Saya bersama teman-teman komunitas di sini saja, kerja bhakti resik-resik dan tanam bunga. Tidak ada target. Semampunya saja. Kalau sudah terasa lelah, ya berhenti. Lain waktu dilanjutkan lagi,” ujar Diaz, koordinator kerja bhakti itu, menjawab pertanyaan suaramerdekasolo.com di lokasi kerja bhakti, Sabtu pagi (5/9).

Begitu dimulai pukul 08.00 WIB, teman-teman Diaz berdatangan hingga ada 10-an orang langsung menuju sepanjang tembok beteng petilasan keraton. Sambil membawa peralatan berupa cetok, cangkul dan sabut, mereka langsung bekerja bhakti dari ujung selatan berjalan ke arah utara.

Meski tinggal sebagian tembok beteng sisa reruntuhan Keraton Mataram Kartasura yang didirikan Sinuhun Amangkurat Amral (II) pada 1677-1703, dan diteruskan Sinuhun Amangkurat III (1703-1705) itu tampak tinggal susunan batu bata yang menonjol keluar, tetapi mengesankan sebagai peninggalan sejarah yang kini dilindungi UU BCB N0 2010 tahun 2011. Susunan batu bata itu, banyak ditumbuhi rerumputan liar.

Pagi kemarin, sambil mencabuti rumput dan sisa-sisa lumut yang mengering, para anggota ”Komunitas Kartasura Bergerak” yang berdiri 2 tahun lalu itu sambil menanam aneka macam bunga di pot panjang yang sudah pernah dibuat. Sedang bibit tanaman asem, akan ditanam di ruang terbuka dalam tembok beteng yang sudah dimanfaatkan sebagai hunian, sekolahan dan makam kerabat keraton.

”Saya akan pamit, tidak ikut kerja bhakti. Karena mau sowan ke keraton (Surakarta), ndherek wilujengan yang diadakan Gusti Moeng,” ujar KRT Kristanto, pengurus Pakasa Kecamatan Kartasura, sehabis memimpin doa semua yang akan ikut bekerja bhakti, di pinggir jalan, dekat tembok beteng itu.

KRT Kristanto, adalah salah satu inisiator berdirinya Komunitas Kastasura Bergerak yang punya tagline ”Tandur Kabecikan, Kanthi Sesarengan” itu. Kegiatan komunitas disebutkan murni untuk bhakti sosial peduli sejarah peradaban (Mataram/Jawa), ikut menjaga pelestarian budaya dan bercita-cita menjadikan petilasan Kraton Kartasura sebagai destinasi wisata spiritual di Kabupaten Sukoharjo. (won)    

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan