Mantan Karyawan BKK Eromoko Dipenjara 7 Tahun Menggelapkan Rp 2,7 Miliar Dana Nasabah

0
kasus-penggelaan-dana-nasabah
FOTO ILUSTRASI

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Giri Rahmanto (36), mantan karyawan BKK Eromoko (sekarang menjadi BKK Jateng) dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang. Pria warga Dusun Sumber RT2 RW1 Desa Puloharjo, Kecamatan Eromoko, Kabupaten Wonogiri itu divonis bersalah karena menggelapkan dana nasabahnya hingga Rp 2,7 miliar.

Kasi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Wonogiri, Ismu Armanda Suryono mengatakan, vonis tersebut diputuskan hakim Pengadilan Tipikor Semarang, 19 Agustus lalu. Hukuman yang dijatuhkan hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa yang menuntut delapan tahun penjara. “Setahun lebih ringan dari pada tuntutan jaksa,” kata Ismu, Senin (7/9).

Saat sidang putusan tersebut, terpidana menerima keputusan hakim dan menyatakan tidak mengajukan banding. Namun, beberapa hari setelahnya pihak keluarga sempat berkeinginan mengajukan banding.

Setelah ditunggu selama tujuh hari, pihak terpidana maupun keluarganya tidak memberikan sikap. Alhasil, pengadilan menganggap terpidana tidak mengajukan banding.

“Saat sidang, terpidana mengikuti secara virtual dari Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Wonogiri. Sedangkan penasehat hukumnya mengikuti persidangan di pengadilan Tipikor Semarang,” ujarnya.

Selain menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara, hakim juga mewajibkan terpidana membayar uang pengganti sebesar Rp 2.784.569.589. Jika dalam waktu sebulan setelah putusan dijatuhkan terpidana tidak membayar uang pengganti, harta bendanya akan dilelang untuk menutupi uang pengganti itu. Apabila harta bendanya tidak bisa mencukupi, maka hukumannya akan ditambah selama tiga tahun.

Di samping itu, terpidana juga didenda Rp 200 juta. Namun jika tidak bisa membayar denda, hukumannya akan ditambah selama dua bulan.

Sebelumnya diberitakan, Giri Rahmanto menggelapkan dana dari 45 rekening milik 28 nasabah. Aksinya tersebut dilakukan selama empat tahun, dari 2014-2017.

Giri awalnya dipercaya oleh para nasabah di Pasar Pracimantoro, pemilik toko pakaian, hingga pemilik warung. Melalui tangannya, para nasabah mempercayakan uangnya untuk ditabungkan di BKK Eromoko.

Namun, uang yang dipercayakan kepadanya tidak semua disetorkan ke BKK. Sebagian uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi. Dia kemudian merekayasa buku tabungan, sehingga seakan-akan uang dari nasabah telah benar-benar disetorkan ke BKK. (Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan