Kepercayaan Masyarakat Meningkat, Penumpang Kereta Api Naik

bank-sukoharjo
SERAHKAN HADIAH : Bupati menyerahkan hadiah pada nasabah yang beruntung dalam acara pengundian tabungan si Manis Bank Sukoharjo, (suaramerdekasolo.com/Heru Susilo)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Jumlah penumpang kereta api (KA) meningkat dalam sebulan ini. Menurut data, di Bulan September, KAI melayani rata-rata 62.000 pelanggan per hari, naik 10 persen dibanding Agustus yaitu rata-rata 56 ribu pelanggan per hari.

“Itu menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan Kereta Api Indonesia yang dapat diandalkan terus tumbuh di tengah pandemi covid-19,” kata VP Public Relations KAI Joni Martinus.

Dalam rilis yang dibagikan sejumlah media, Selasa (8/9), Martinus mengatakan, transportasi kereta api bukanlah lokasi paling rentan dalam penularan covid-19. Kereta api justru moda transpotasi aman untuk melakukan perjalanan karena ada penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Dari hasil kajian para ahli, kereta api merupakan moda yang aman digunakan selama pandemi karena telah menerapkan protokol yang ketat,” ujarnya.

Dikatakan, berbagai penelitian di Perancis, Jepang, dan Amerika menunjukan tidak ada penemuan kluster covid-19 di transportasi publik.

Jurnal terbitan Universitas Oxford juga menyebut, penyebaran Covid-19 pada pelanggan KA dapat dicegah dengan menerapkan berbagai protokol pencegahan.Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono mengatakan, sampai kini belum ada laporan mengenai kereta api yang menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Meski ada himpunan atau kerumunan banyak orang, namun tidak menjadi klaster penyebaran Covid-19 berkat adanya penerapan protokol kesehatan.Hasil penelitian ITB mengungkapkan, transportasi umum tidak menjadi sumber infeksi jika pelanggan mematuhi protokol kesehatan, seperti penggunaan masker, physical distancing, dan mencuci tangan, serta memberi perlindungan khusus bagi petugas frontliner.Menurut Joni, penelitian itu selaras dengan yang dilakukan PT KAI.

Persero tersebut disiplin menerapkan protokol kesehatan sesuai standar Gugus Tugas Nasional. Setiap pelanggan KA jarak jauh harus menyertakan surat keterangan bebas covid-19, pelanggan yang akan naik KA jarak jauh harus dalam keadaan sehat.Pelanggan juga wajib menggunakan masker dan menjaga jarak saat di stasiun dan selama perjalanan.

Di samping itu, KAI juga menyediakan wastafel portabel dan hand sanitizer di titik-titik strategis stasiun dan KA untuk menjaga agar pelanggan tetap higienis.

“Kami ikuti rekomendasi Gugus Tugas Nasional dalam penggunaan face shield untuk perlindungan tambahan yang kami bagikan cuma-cuma pada pelanggan kereta api jarak jauh,” kata dia.

Pembersihan seluruh rangkaian kereta seusai beroperasi juga rutin dilakukan menggunakan cairan pembersih yang mengandung disinfektan. KAI juga menugaskan petugas kebersihan untuk menseterilkan bagian dalam KA yang sering tersentuh pelanggan tiap 30 menit sekali.Petugas yang berinteraksi dengan pelanggan diwajibkan untuk cek kesehatan, termasuk suhu tubuh sebelum bertugas. “Mereka juga harus memakai APD seperti masker, face shield, dan sarung tangan.”(Vladimir Langgeng) 

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan