UNS Tambah Dua Guru Besar Baru Bidang Ekonomi dan Kedokteran

0
pengukuhan-gubes-daring
DARING: dua guru besar yang baru dikukuhkan berfoto bersama rektor. Pengukuhan digelar secara daring. (suaramerdekasolo.com/dok)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menambah dua guru besar baru yang dikukuhkan secara daring, Selasa (8/9/2020). Keduanya yakni
Prof Doddy Setiawan SE MSi PhD Akt, guru besar di bidang akuntansi keuangan pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Prof Dr Adi Prayitno drg MKes SpPMM(K), bidang ilmu penyakit gigi dan mulut pada Fakultas Kedokteran (FK).

alam sidang senat terbuka secara daring, Prof Doddy dikukuhkan sebagai Guru Besar ke-15 FEB dan ke-220 di UNS. Sementara Prof Adi sebagai guru besar ke-45 di FK dan ke-224 di UNS.

Dalam pengujuhannya, Prof Doddy menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul “Struktur Kepemilikan dan Kebijakan Dividen”.

Prof Doddy mengemukakan, apabila perusahaan membayar dividen, maka investor akan bereaksi dengan cara membeli saham perusahaan tersebut. Tindakan ini akan mengakibatkan permintaan saham meningkat sehingga harga saham perusahaan mengalami peningkatan. Dengan demikian, hasil penelitian ini menunjukkan pengumuman dividen memiliki kandungan informasi yang berguna.

“Secara umum, suatu perusahaan yang sahamnya didominasi oleh investor asing dan perusahaan milik pemerintah memberikan dividen dengan jumlah yang lebih tinggi dibandingkan dengan perusahaan lain,” imbuhnya.

Seentara itu, Prof Adi menyampaikan pidato pengukuhan dengan judul “Kelainan Organ Rongga Mulut Merupakan Cermin Kelainan Organ Tubuh Lainnya”. Prof. Adi mengatakan, saat ini kesehatan gigi dan mulut telah masuk dalam program survei lima tahunan yang dilaksanakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mulai tahun 2018.

Artinya, Kesehatan gigi dan mulut harus dipakai sebagai dasar pengembangan status kesehatan masyarakat, faktor risiko, dan upaya pengembangan pembangunan kesehatan.


Dijelaskan bahwa kerusakan pada gigi dan mulut bisa berdampak pada penyakit-penyakit serius, seperti gangguan ginjal, jantung, bahkan stroke. (Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan