Tidak Pakai Masker Tertangkap Satpol, Bayar Denda Rp 50.000

0
yuni-sukowati-gunting-pita
GUNTING PITA - Bupati Yuni didampingi Andy Tartantyo pelaksana proyek dan Kepala DPUPR Marija, Selasa (8/9) memotong pita menandai peresmian jl.Jambean - Sukorejo di Kecamatan Sambirejo.(suaramerdekasolo.com/Anindito AN)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati akhirnya setuju menerapkan sanksi denda Rp 50.000 bagi seseorang yang kedapatan razia oleh Satpol Pamong Praja, ternyata tidak mengenakan masker.

Denda yang dipungut dari pelaku pelanggar protokol kesehatan akan dimasukkan ke PAD.

“Saat ini Perbup-nya sudah saya buat dan disosialisasikan hingga 15 September,” tutur Yuni, sapaan akrab Bupati Sragen saat meresmikan proyek jl.Jambean – Sukorejo dipusatkan di Balai Desa Sukorejo, Kecamatan Sambirejo, Selasa (8/9/2020).

Hadir Camat Sambirejo Didik Purwanto dan Kades Sukorejo Sukrisnanto, serta perwakilan warga dan perangkat Desa Sambi dan Desa Jambean.

Dikatakan sanksi denda itu merupakan pilihan terakhir, setelah himbauan dan teguran lisan tidak lagi diperhatikan. Ini pilihan terakhir. Sebab di Sragen penyebaran Covid-19 tak kunjung reda. Bahkan mengalami peningkatan signifikan.

Hingga hari Selasa (8/9), lanjut Bupati Yuni di Sragen sudah terdapat 341 warga positif terkena Covid-19, sebanyak 18 diantaranya meninggal.

“Sehingga kita perlu berhati-hati dan menerapkan protokol kesehatan,” ujar Yuni.

Dikatakan ketika Pemkab memberikan kelonggaran ternyata tidak diimbangi dengan protokol kesehatan. Orang yang punya hajat kerja maupun arisan dan rapat RT, diijinkan. Tapi mestinya mereka melaksanakan protokol kesehatan. Tapi faktanya masyarakat kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Hasilnya yang terpapar Covid-19 melonjak. Nanti setelah 15 September setelah sosialisasi perbup diberlakukan, bagi orang di lokasi hajatan yg tidak menerapkan protokol kesehatan maka hajatan akan dihentikan Satgas Covid-19.

“Pihak penyelenggara hajatan didenda Rp 1 juta,” ungkap Bupati Yuni saat peresmian Jalan Jambean – Sukorejo dipusatkan di Balai Desa Sukorejo.

Terpisah Kepala DPUPR Sragen Marija melaporkan panjang jalan yang digarap kontraktor pelaksana 5,7 Km dan lebar 4,5 meter, dibiayai dari DAK APBN Rp 6,8 miliar. Semula panjang jalan yang akan digarap hanya 5 Km, namun kemudian diperpanjang menjadi 5,7 Km.

“Di ruas jalan Sukorejo kini tinggal 350 meter jalan yg belum di aspal hotmix. Lokasi proyek itu berada di perbatasan dengan Jenawi, Kabupaten Karanganyar,” tutur Marija. Dalam kesempatan itu Bupati Yuni memberikan hadiah dua sepeda untuk warga melalui kuis berhadiah.(Anindito AN)

Tinggalkan Pesan