IKAPPI DKI : Pedagang Lagi Susah Karena Omset Turun, Mau Cari Nafkah, Kok Malah Di Awasi Preman?

Ikappi
FOTO/DOK

*Tanggapi Pernyataan Wakapolri Soal “Rekrut Preman”

JAKARTA,suaramerdekasolo.com – DPW Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) DKI Jakarta menanggapi pernyataan Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, yang ingin merekrut preman pasar untuk membantu aparat keamanan mengawasi warga dalam menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

Ketua IKAPPI DKI Miftah menganggap Wakapolri tidak perlu sampai melibatkan preman pasar dalam mengawasi aktivitas warga, terutama di pasar.

“Saya kira bapak Wakapolri tidak perlu sampai sejauh itu melibatkan preman pasar untuk mengawasi aktivitas warga, terutama di pasar-pasar. Jauh lebih efektif kita pengawasan itu dilakukan oleh paguyuban atau ketua-ketua blok pasar. Keterlibatan pedagang justru memperkuat displin pedagang,” tegas dalam siaran pers yang diterima suaramerdekasolo.com, Sabtu (12/9/2020) malam.

Saat ini para pedagang pasar di DKI Jakarta memang terpukul karena penurunan omzet sekitar 60-70 persen akibat PSBB, IKAPPI juga menemukan ada kurang lebih sekitar 400 ribu pedagang pasar tradisional dan pedagang kaki lima di sekitar pasar yang mengalami dampak dari wabah pandemi tersebut yakni penurunan omzet tidak sedikit.

Para pedagang saat ini sedang mencoba bangkit kembali dan memulai aktivitas roda ekonomi mereka kembali, mencari nafkah untuk keluarga, namun tidak elok rasanya bila pada saat para pedagang mencari nafkah, aktivitas jual beli yang sedang berlangsung diawasi oleh para preman pasar.

“Tidak bisa kita pungkiri omzet para pedagang memang turun drastis, mereka mencari nafkah untuk keluarga dirumah, tetapi kok malah diawasi preman? Jelas para pedagang pasar akan merasa terintimidasi dengan kehadiran para preman pasar mengawasi aktivitas mereka,” imbuhnya.

IKAPPI DKI Jakarta mendorong agar pemerintah atau apparat keamanan (TNI – POLRI) menyiapkan langkah-langkah yang kongkrit dan diharapkan oleh para pedagang, agar para pedagang merasa terlindungi dan terayomi dengan baik.

IKAPPI DKI Jakarta juga merekomendasikan untuk melibatkan pramuka atau personil IKAPPI untuk membantu memberikan penyuluhan dan mengingatkan bahaya Covid-19 kepada para pedagang di pasar dengan cara yang lebih humanis ketimbang ide melibatkan preman pasar yang cenderung justru kurang humanis dan tidak mengayomi para Pedagang. Pedagang sudah tertekan kami berharap kita semua membantu pedagang agar mampu melewati kondisi berat ini”. pungkasnya. (*)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan