Ketua Presidium KAMI Jateng : Pernyataan Wakapolri Cenderung Meresahkan Masyarakat

mudrick-sangidoe-KAMI-JATENG
FOTO DIRI : Mudrick SM Sangidu, Ketua Presidium KAMI Jateng sekaligus sebagai Koordinator KAMI Jateng dan DIY. (suaramerdekasolo.com/dok)

*Rencana Rekrut Preman Pasar dalam Menanggulangi Penyebaran Virus Corona.

SOLO,suaramerdekasolo.com – Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Jateng melalui ketua presidiumnya Mudrick SM Sangidoe memberikan pernyataan mengenai penanganan Pandemi Covid 19.

Mudrick menyatakan, perlu penanganan khusus dan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat, rakyat Indonesia mendukung usaha-usaha yang dilakukan oleh pemerintah dalam menangani pandemi ini.

Tetapi pemerintah dalam hal ini Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono tidak bisa semaunya sendiri membuat pernyataan yang bahkan akan melukai perasaan mayoritas rakyatnya.

“Seperti yang disampaikan oleh Wakapolri bahwa Pemerintah akan melibatkan preman pasar dalam menanggulangi virus corona yang sampai saat ini belum mereda bahkan cenderung semakin meningkat,” kata dia.

“Mengapa harus melibatkan preman pasar dalam menanggulangi penyebaran virus corona,” yegas Mudrick yang saat ini juga ditunjuk sebagai Koordinator KAMI Jateng dan DIY.

Menurutnya, apakah tidak lebih bijaksana apabila pemerintah lebih mendaya gunakan aparatur negara seperti TNI, Polri, Satpol PP serta ASN terkait. Sumber : http://share.babe.news/s/FUrRbFpQvR.

Bahkan Pemerintah, lanjut tokoh masyarakat Solo ini juga bisa melibatkan tokoh-tokoh masyarakat yang telah nyata-nyata memberikan kemanfaatan di tengah-tengah masyarakat seperti Ibu-ibu Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, LPMK, dan lain-lain.

Tidak ketinggalan para remaja yang tergabung dalam Kepanduan seperti Pramuka, Hizbul Wathon, dan lebih banyak lagi pemuda yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan.

“Pada kesempatan yang lalu telah datang ke rumah kami Petugas Kepolisian dari Kepolisian Republik Indonesia Daerah (Polda) Jawa Tengah yang meminta kepada saya untuk membuat pernyataan tentang pentingnya masyarakat saling bahu membahu bersama TNI dan Polri dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing, karena menjaga keamanan lingkungan adalah tanggung jawab semua elemen masyarakat bersama-sama dengan TNI dan Polri,” imbuh pendiri Ormas Mega Bintang ini.

Maka ini akan menjadi sia-sia ketika pemerintah bahkan melibatkan preman pasar dalam menanggulangi penyebaran virus corona. Masyarakat yang baik mengapa harus taat kepada Preman Pasar.

Terakhir, Musrick memohon kepada DPR RI khususnya Komisi terkait memanggil Wakapolri untuk menggunakan hak bertanya mengenai pernyataan Wakapolri. Karena Pernyataan itu telah mengusik rasa ketenteraman di tengah-tengah masyarakat.

“Dalam situasi yang serba tidak menentu ini, kami mengImbau kepada aparatur negara untuk tidak membuat pernyataan yang kontraproduktif bahkan cenderung membuat masyarakat resah,” pungkasnya.

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan