Sukiman Merasa Rekomnya Dipingpong PKS

polemik-pilkada-sragen
BERIKAN PENJELASAN - Sukiman dan Tim Sembilan, pendukung utama memberikan penjelasan ke awak media, kenapa batal diusung Partai Gerindra dan PKS nyalon Bupati Sragen 2020-2024. (suaramerdekasolo.com/Anindito AN)

*Tak Ikut kontestasi ikut kontestasi di Pilkada Sragen 2020-2024

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Pasangan Sukiman – Iriyanto akhirnya menyerah. Mereka tidak ikut kontestasi di Pilkada Sragen 2020-2024 melawan calon petahana Kusdinar Untung Yuni Sukowati- Suroto pada laga pilkada nanti.

Penyebabnya Sukiman-Iriyanto hanya mengantongi rekom Partai Gerindra, namun tidak berhasil mengantongi rekom PKS.

“Saya menyerah, tidak ikut pilkada tahun ini,” tutur Sukiman dihadapan pendukung saat jumpa pers di rumahnya di Desa Mojokerto Kecamatan Kedawung, Sragen, Senin (14/9/2020).

Dikatakan sebenarnya dia sudah mengantongi rekom dari Partai Gerindra, namun PKS tidak memberikan rekom. Sehingga dia tidak bisa menyandingkan dua rekom itu.

“Pemberian rekom dari PKS seperti di pingpong,” ungkap Sukiman.

Prosesnya dari DPW PKS diminta ke DPP. Padahal Selasa 25 Agustus, PKS sudah siap mendukung Sukiman – Iriyanto. PKS kemudian pada 26 Agustus 2020 menyatakan abstain. Sebelumnya Dedy Endriyatno tokoh di PKS Sragen kepada wartawan menyatakan kalau bacabup/wabup kurang meyakinkan. Sedangkan Sukiman meyakini adanya gap komunikasi yang luar biasa di PKS. Sehingga untu k Pilkada Sragen tahun ini dia menyerah.

“Biarlah Sragen dipimpin ala lalu. Meski sebenarnya kami sudah melakukan ihtiar luar biasa,” tuturnya.

Meski tidak berhasil nyalon hingga pendaftaran di KPU ditutup Minggu (13/9) lalu, namun pendukungnya tetap disatukan dalam wadah Paguyuban Sukiman – Iriyanto atau KITO. (Anindito AN)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan