Waspadai Klaster Perkantoran Boyolali

corona-boyolali-september-2020
TUTUP: Pengendara motor melintas di depan Kantor BPJS Boyolali yang ditutup sementara. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Klaster perkantoran kini perlu diwaspadai. Setidaknya, ada dua kantor yang sempat ditutup karena adanya karyawan yang dinyatakan positif Covid-19.

Sebelumnya Kantor Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) di Komplek Setda Boyolali Terpadu Boyolali, ditutup sementara pada Selasa –Rabu (8- 13/9). Penutupan dilakukan karena ada satu karyawan kantor tersebut terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca : Membahayakan Pemilih, PWSPP Mendesak Pilkada Ditunda Tahun Depan

Kali ini, penutupan juga dilakukan terhadap Kantor BPJS Boyolali. Menurut Kepala Dinkes Boyolali, Ratri S Survivalina, penutupan dilakukan setelah ada 10 karyawan yang positif Covid-19.

“Itu diketahui setelah kami lakukan screening sebelumnya atas permintaan pihak BPJS Boyolali. Bagi 10 karyawan yang positif dilakukan isolasi mandiri karena kondisinya sehat,” katanya, Senin (14/9).

Namun demikian, pihaknya menyatakan bahwa Covid-19 di Boyolali sudah mulai bisa direm. Buktinya, penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Boyolali tidak terlalu signifikan seperti sebelumnya. Sepekan terakhir, sejak tanggal 7 September 2020 total penambahan kasus Covid-19 sebanyak 96 Kasus.

Baca : Ini Pesan Prof Mahfud MD untuk Mahasiswa Baru UNS

“Karena diberitakan terus- menerus. Masyarakat banyak yang takut untuk melanggar protokol kesehatan. Sehingga ampuh untuk menekan penularan Covid-19.”

Dijelaskan, secara akumulasi, kasus Covid-19 di Boyolali sebanyak 700 kasus positif. Dari jumlah kasus tersebut, 342 diantaranya telah dinyatakan sembuh dan 108 pasien masih menjalani perawaran di RSD Covid-19. Sisanya, sebanyak 204, menjalani isolasi mandiri dan 23 meninggal dunia.

“Prosentase kesembuhan di Boyolali mencapai 49 persen dan yang meninggal 3 persen.”

Saat ini, lanjut dia, kasus Covid-19 di Boyolali paling banyak berasal dari Klaster Bawaslu Boyolali sebanyak 103 kasus. Saat itu kasusnya masih berlangsung. Kemudian, dari petugas lapangan ada sebanyak 36 kasus dan dari pasien SUG di Desa Gunung, Kecamatan Simo sebanyak 33 kasus.

Baca : Jika Terpilih Wali Kota Wakil Wali Kota, Gibran-Teguh Siap Lanjutkan Program Rudy-Purnomo

Dihubungi terpisah, Kepala BPJS Boyolali, Juliansyah membenarkan terkait penutupan kantornya. Penutupan dilakukan pada Sabtu- Senin (12-14/9)setelah ada karyawan yang dinyatakan positif Covid-19.

“Selama penutupan, juga kami lakukan disinfeksi seluruh area kantor.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan