Emoh Takut-takuti Pedagang, IKAPPI Pilih Edukasi Persuasif Pedagang

IKAPPI
FOTO DIRI : Abdullah Mansuri Ketua umum DPP IKAPPI Ikatan pedagang Pasar Indonesia. (suaramerdekasolo.com/dok)

*Penerapan Protokol Kesehatan Hadapi Pandemi Covid-19

JAKARTA,suaramerdekasolo.com – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI) telah menghimpun data kasus positif Covid-19 secara nasional.

Data terkini ada 1.344 kasus positif dengan 47 kasus meninggal terjadi di 239 pasar tersebar di 96 kabupaten/kota dan 27 provinsi.

Untuk kasus DKI Jakarta masih tertinggi yaitu positif 321 pedagang, meninggal 1 di 51 pasar.

“Data ini merupakan pukulan berat bagi kami, di saat kami sedang mengalami tekanan daya beli masyarakat yang menurun secara terus menerus. Seminggu terakhir kami mendapati penurunan omzet pedagang kami hingga 60 sampai 70 Persen. Kami harus terus bertahan dalam kondisi seberat ini,” terang Abdullah Mansuri, Ketua umum DPP IKAPPI dalam siaran persnya, Selasa (15/9/2020).

Menurut Mansuri pihaknya sedang melakukan edukasi dengan pola edukasi yang persuasif, bukan menakut-nakuti kepada anggota pedagang pasar. Edukasi yang akan menekankan kepada, apa keuntungan dan kerugian pelaksanaan protokol kesehatan.

“Misalnya kalau sampai pasar tutup karena ada yang positif siapa yang rugi? atau kalau sampai harus isolasi dua minggu gak bisa jualan, siapa yang rugi?. Kami sedang dalam proses ulang melakukan edukasi berupa edaran dan sosialisasi melalui perwakilan-perwakilan IKAPPI di seluruh indonesia,” terangnya.

Dikatakan, DPP IKAPPI menyadari pandemi ini tidak hanya terjadi sehari dua hari. Pendemi ini akan merubah kebiasaan lama pedagang dan memberlakukan kebiasaan baru dengan memperkuat protokol kesehatan kepada pedagang pasar tradisional di seluruh Indonesia.

“Pesan besarnya, saling Menjaga selama pandemi, karena satu sakit, berdampak ke semua pedagang dan jika ada yang sakit maka semua juga terkena imbasnya. Sehingga pedagang dapat menjaga diri dan mengingatkan sesama pedagang,” katanya.

IKAPPI juga meminta semua pihak ikut berpartisipasi dan berperan aktif untuk membantu kami bangkit dari keterpurukan ini. Termasuk membantu agar kesehatan pedagang, keamanan pembeli dapat terjaga dengan baik sehingga omzet pedagang berangsur membaik.

“Kmi juga berharap pemerintah pusat lebih fokus memperhatikan kami melalui program-program pemberdayaan, stimulus permodalan atau bantuan lain yang dapat meringankan beban pedagang dan pedagang tetap terus bisa berdagang untuk mendistribusikan pangan bagi masyarakat.”(*)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan