Pakar Hukum M Taufiq: Pilkada Solo Sudah Selesai

pakar-hukum-Dr-Muhammad-Taufiq SH-MH
FOTO DIRI : pakar hukum, Dr Muhammad Taufiq SH MH. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO,suaramerdekasolo.com-Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Solo sudah selesai meski belum berlangsung. Tak ada lawan yang bisa mengalahkan putra Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) yakni Mas Gibran.

Pernyataan tersebut dikemukakan pakar hukum, Dr Muhammad Taufiq SH MH saat bincang-bincang dengan Suara Merdeka, Selasa (15/9/2020).

Pilkada di Kota Solo, pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa berlawanan dengan pasangan Bagyo Wahyono-FX Suparjo (Bajo).

Gibran-Teguh diusung PDIP Perjuangan dan didukung sejumlah parpol mulai Golkar, Gerindra, PAN, PSI, PKB, PPP, Perindo. Sementara Bajo maju melalui jalur perseorangan atau independen.

Mantan anggota DPRD Kota Solo dari PPP itu menilai konstelasi Pilkada di Kota Solo antiklimaks. Plkada di Kota Bengawan yang diprediksi M Taufiq berlangsung aman dan damai, walau belum berlangsung tinggal menunggu pasangan Gibran-Teguh dilantik.

“Pesta demokrasi yang sudah tidak demokratis lagi sudah diketahui pemenangnnya. Dengan dicalonkannya Mas Gibran, otomatis permainan sudah selesai. Tinggal pelantikan saja. Sekalipun kita juga tahu munculnya pasangan Bajo sebagai lawan,” kata M Taufiq saat ditemui di Kantornya di Jalan Monginsidi, Banjarsari, Solo.

Doktor hukum lulusan pasca sarjana FH UNS tersebut menegaskan, konstelasi pertarungan Pilkada di Solo edisi kali ini merupakan sebuah kemunduran dalam dinamika politik. Sebagai warga asli Solo dan pernah menjadi wakil rakyat termuda, Taufiq menilai saat ini tidak ada etika dan sopan santun dalam berpolitik.

“Menurut saya, Pilkada akan menarik kalau yang dijagokan Achmad Purnomo-Teguh Prakosa pasti memunculkan rivalitas dari Partai-partai yang tidak mendukung mereka. Sehingga Pilkada dan proses demokrasi berjalan menarik,” terangnya.

Taufiq menjelaskan, sejak awal dia meragukan dan mempertanyakan lolosnya verifikasi administrasi Bajo oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Solo. Taufiq menyebut, KPU dari awal tidak menjelaskan dan tidak menunjukkan ke masyarakat mengenai kekurangan jumlah fotocopy KTP yang mencapai 15.000 lembar.

“Tiba-tiba sudah muncul Bajo. Saya sudah lama mengirim surat ke KPU dan Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) bahwa masalah verifikasi itu ancaman hukumannya tidak main-main. Denda Rp 72 juta dan pidana 72 bulan. Saya tidak yakin verifikasi itu faktual,” tegasnya.

Pengacara kondang yang dikenal ceplas-ceplos ini menambahkan, secara keseluruhan Pilkada di Soloraya bukan contoh yang baik dalam konstelasi politik. Terlebih munculnya sosok-sosok dinasti mulai Klaten (Sri Mulyani), Sukoharjo (Etty Suryani), hingga Solo (Gibran Rakabuming).

“Artinya kita bersusah payah mendidik demokrasi melahirkan multipartai, yang terjadi saat ini malah politik oligarki. Politik yang berhimpun di sekelompok orang saja dan tidak bisa dilepaskan dari putra mahkota,” tandasnya.

Terkait perhelatan Pilkada di Solo dimungkinkan akan ada upaya yang ingin menggagalkannya, hal itu menurut M Taufiq, tidak akan ada. Pilkada berjalan aman dan damai. Para pemimpin yang disiapkan untuk bertugas di Solo pasti akan berusaha semaksimal mungkin agar Pilkada di Kota Presiden berlangsung aman, nyaman dan kondusif.
Adanya upaya untuk menggagalkan Pilkada, M Taufiq tidak yakin hal itu akan terjadi.

“Saya tidak melihat adanya peluang untuk menggagalkan. Mungkin yang terjadi justru penjualan suara, sekalipun tidak signifikan menaikkan suara,” kata Ketua Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Kota Surakarta itu.

Pada sisi lain M Taufiq juga mengajak masyarakat yang punya hak pilih datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menentukan pilihan sesuai hati nurani.

“Ya kalau senang dengan kedua pasangan calon, coblos saja semua. Itu boleh kok, gak dilarang. Yang dilarang dan bisa dikenakan pidana adalah orang yang mengajak orang lain tidak datang ke TPS atau mengajak orang lain tidak memilih atau golongan putih (golput),” urainya mengakhiri bincang santai di kantornya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan