Siap-siap Karanganyar Berlakukan Sanksi Bagi yang Tidak Bermasker

masker
FOTO ILUSTRASI

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Pemkab Karanganyar mulai Oktober secara resmi memberlakukukan sanksi untuk warga yang tidak bermasker berupa denda Rp 20.000. Denda itu bukan untuk dikumpulkan dan menjadi pendapatan daerah, namun denda itu dibelikan masker dan langsung diberikan ke warga lagi.

‘’Jadi tidak dikumpulkan dulu sampai berapa waktu. Setiap operasi petugas sudah disertai masker cadangan. Jika ada warga yang tertangkap tidak bawa masker, tidak memakai masker, langsung didenda Rp 20.000 dan gantinya diberi dua buah masker yang harus dipakai saat itu juga,’’ kata Bupati Juliyatmono, Selasa.

Sanksi itu untuk lebih memberikan tekanan pada warga agar terus menggunakan maskr untuk menjaga diri, memotong rantai penularan covid-19. Masker, cuci tangan dan jaga jarak adalah tindakan pertama untuk mempertahankan diri agar terlindungi dari covid.

Karena itu, sosialisasi saat ini tengah digalakkan. Semua pihak terus melakukan operasi baik siang maupun malam, di jalan atau di tempat keramaian. Polisi juga terus melakukan operasi, termasuk Satpol PP di tengah keramaian psar kuliner malam di Alun-alun atau di Taman Pancasila.

Dan hasilnya petugas mendapati lebih 40-an orang yang tidak bermasker dan puluhan lainnya memakai masker namun hanya untuk dikalungkan di leher saja. Ini tentu kurang benar karena fungsi masker untuk menutup mulut dan hidung.

Saat ini, di Karanganyar ada 45 pasien terkonfirmasi covid, dan 17 orang diisolasi di rumah sakit, selebihnya isolasi mandiri di rumah. Sedangkan 263 orang dites swab karena mereka merupakan warga yang melakukan kontak erat dengan penderita.

‘’Bagi yang positif, memang diberikan dua pilihan, dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri. Jika kondisinya parah apalagi ada penyakit ikutan, dia akan dijemput petugas dan wajib diisolasi di rumah sakit,” kata Bupati. (Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan