HUT Ke-75, PMI Resmikan Prodi Kebencanaan

akabara
FOTO/Dok

*Pertama di Indonesia

SOLO,suaramerdekasolo.com – Politeknik Abdi Kemanusiaan untuk Bangsa dan Negara (Akbara) membuka program studi (prodi) baru yakni Manajemen Penanggulangan Bencana dan Digitalisasi Bisnis.

Seremoni pembukaan kedua prodi tersebut rencananya dilangsungkan hari ini, bertepatan dengan peringatan HUT Palang Merah Indonesia (PMI) ke-75 di Solo. “Peresmian kedua prodi itu juga akan menandai diubahnya Akademi Bank Darah (Akbara) PMI menjadi politeknik,” ungkap CEO PMI Surakarta Sumartono Hadinoto.

Baca : Widi Dan Anthony Berkoalisi, Untuk Memenangkan Pemilihan Ketua REI Jateng

Sumartono mengklaim, Manajemen Penanggulangan Bencana merupakan prodi kebencanaan pertama di Indonesia.
“Indonesia sebagai ring of fire di mana setiap jam ada bencana, tentu membutuhkan orang-orang yang ahli di bidang kebencanaan. Baik yang berkemampuan andal sesuai SOP, maupun manajemen penanganan bencana.”

Peresmian itu rencananya dilakukan oleh Ketua Umum PMI Jusuf Kalla secara daring. Terkait HUT ke-75 PMI Sumartono berharap agar organisasi kemanusiaan tersebut kian eksis, terlebih selama pandemi Covid-19.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya untuk membantu pemerintah dalam menangani pandemi. Mulai pembagian alat pelindung diri (APD), sosialisasi protokol kesehatan, penyediaan plasma konvalesen, hingga pembagian sabun cuci tangan. Kami harap masyarakat bisa mematuhi protokol kesehatan tersebut dengan memakai masker, menjaga jarak, tidak berkerumun dan sering mencuci tangan memakai sabun,” papar dia.

Baca : Peneliti UNS Kembangkan Limbah Cangkang Sawit Jadi Pemanas Aspal Hotmix

Direktur Akbara Titis Wahyuono menjelaskan, pembelajaran di kedua prodi baru tersebut akan memaksimalkan keterampilan mahasiswa dengan porsi 40 persen teori serta 60 persen praktikum. Ia juga mengatakan, Teknologi Bank Darah sebagai prodi pertama Akbara terus diminati masyarakat. Bahkan lulusan pertamanya telah tersebar di berbagai daerah.

PMI menargetkan Manajemen Penanggulangan Bencana mampu menjaring 100 pendaftar, adapun Digitalisasi Bisnis bisa menjaring 50 pendaftar. “Pembelajaran mulai aktif Oktober-November. Untuk saat ini pembelajaran akan dimaksimalkan kepada teori secara online. Setelah pandemi mereda, baru dilakukan tatap mula dan praktikum. Fasilitas pembelajaran, mulai dosen hingga sarpras, sudah tersedia,” terang Titis. (Agustinus A)

Baca : Kesederhanaan Sikap Religiusitas Seorang Maestro Lukis

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan