Kapolres Wonogiri Menghalau Rombongan Perguruan Silat ke Solo

kapolres-sukoharjo
MEMBERI PERINGATAN : Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing memberi peringatan kepada rombongan PSHT saat menggelar penyekatan di perbatasan Kabupaten Wonogiri–Sukoharjo, Nambangan, Kecamatan Selogiri, Selasa-Rabu (15-16/9). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing memimpin langsung penyekatan massa perguruan silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di perbatasan Kabupaten Wonogiri–Sukoharjo, Nambangan, Kecamatan Selogiri, Selasa-Rabu (15-16/9/2020).

Pihaknya menghalau rombongan perguruan silat yang hendak pergi ke Solo agar situasi di kota Bengawan tersebut tidak semakin memanas dan merembet ke daerah lain.

Dalam kesempatan itu, Kapolres memimpin Pasukan Timsus Harimau Satsabhara Polres Wonogiri menghentikan semua laju kendaraan baik roda dua maupun empat, mulai Selasa malam hingga Rabu dini hari. Mereka kemudian melakukan pengecekan atribut serta identitas para pengendara.

Kapolres mendapati beberapa rombongan PSHT Wonogiri yang sedang menuju ke arah Solo. Rombongan beratribut perguruan silat itu langsung dihentikan. Mereka kemudian dibina dan diiminta agar tidak meneruskan perjalanan ke wilayah Solo.

Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing melalui Paur Subbag Humas Aipda Iwan Sumarsono menegaskan, pihaknya tidak ingin perguruan silat dari wilayah Wonogiri membuat gaduh di wilayah lain. “Apalagi membuat keonaraan di wilayah hukum Polres Wonogiri, ingat semua perguruan apapun yang mencoba bikin keonaran, selama saya Kapolresnya akan saya proses sesuai prosedur hukum. Camkan itu,”  tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, ratusan massa yang berkumpul di Plaza Manahan Solo  dihalau oleh petugas dari Polresta Surakarta agar meninggalkan lokasi dan membubarkan diri. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

1 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan