Widi Dan Anthony Berkoalisi, Untuk Memenangkan Pemilihan Ketua REI Jateng

rei-jateng
DUET MAUT : Deklarasi koalisi calon ketua DPD REI Jateng Widi-Anthony di Lorin Hotel Solo Selasa (15/9) malam. (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Dua dari empat calon ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Jawa Tengah berkoalisi. Kandidat yang diusung Komisariat Semarang, Nur Widi Wijatmoko berkoalisi dengan Anthony AH Prasetyo, kandidat yang digadang-gadang Komisariat Soloraya.

Koalisi itu dideklarasikan di Lorin Hotel Solo, Selasa(15/9) malam, yang dihadiri kedua ketua komisariat, dan masing-masing tim sukses berikut pendukung. Dalam koalisi itu, Widi sebagai calon ketua dan Anthony sebagai sekretaris, jika Widi menang dalam pemilihan dan menjadi ketua DPD.

Untuk memuluskan langkah, Anthony mundur dari pencalonan dan melimpahkan dukungan suaranya pada Widi dalam pemilihan ketua pada Musda ke-13 tahun 2020 yang bakal digelar 19 September. Duet Widi-Anthony didukung Komisariat Kedu.

“Saya pilih Pak Anthony dalam koalisi ini karena kami sudah lama saling kenal, kami juga punya visi sama untuk menjadikan REI Jawa Tengah ini bermartabat dan bermanfaat bagi anggota,” kata Widi, usai deklarasi bersama.

Senada dikatakan Anthony. Karena itu, tandas dia, untuk membangun REI Jateng, maka harus ada pihak yang mengalah dalam koalisi ini, agar bisa memenangkan pemilihan.

“Saya bersedia menjadi orang kedua karena misi utama saya adalah membangun kembali DPD REI Jateng lebih bermanfaat dan bermartabat,” kata dia.

Setelah deklarasi, kedua tim sukses dan pendukung masing-masing komisariat tancap gas agar menang dalam pemilihan ketua pada Musda yang tinggal beberapa hari lagi itu. Ketua Komisariat Soloraya, Maharani menjamin bahwa semua anggota REI Solo Raya mendukung penuh Anthony. Dukungan bulat juga didapat dari Kedu.

“Karena Pak Anthony harus mundur dari calon ketua dalam koalisi ini, maka suara bulat dari Komisariat Solo dan Kedu bakal diserahkan pada Pak Widi.” kata dia yang ditunjuk sebagai tim sukses.


Selain membulatkan dukungan, Komisariat Semarang juga terus berupaya mendapatkan dukungan komisariat lain. Seperti Pekalongan, Tegal, kudus, dan Pati. Mereka juga mencermati verifikasi administrasi DPT atau para peserta pemilik suara. Dengan apa yang dilakukan, mereka optimistis mampu memenangkan pemilihan.

“Ada tiga kekuatan besar di Musda ini, yakni Semarang, Solo, dan Banyumas, karena itu kami harus kerja keras,” kata dokter Arifin, ketua Komisariat Semarang.

Sementara itu terkait program kerja, duet Widi-Anthony bakal memajukan organisasi dengan mengoptimalkan sumber daya manusia yang dimiliki REI Jateng dan memaksimalkan peran dan kerja sama dengan para stake. Keduanya juga akan sering terjun ke bawah ke komisariat-komisariat untuk mendengar keluhan, baik masalah pribadi atau organisasi, mencarikan solusi.

“Bagaimana pun, yang namanya organisasi harus bermanfaat bagi anggota dan bisa mencarikan solusi kalau ada permasalahan, demikian pula dengan REI Jawa Tengah,” kata Widi, yang sebelumnya wakil ketua REI Jateng.

Anthony menambahkan, dalam situasi seperti sekarang ini, bisnis properti harus tetap berjalan, sehingga para pengembang tetap bisa makan. Maka, persoalan yang dihadapi harus dicarikan solusi. Yakni, bagaimana pengembang tetap bisa mendapatkan kredit dari bank serta menjual unit perumahan.


“Nah, dalam situasi seperti inilah dibutuhkan sosok ketua dan pengurus yang punya pengalaman organisasi untuk memimpin REI Jateng dan mencarikan terobosan. Musda bukan pentas ketoprak bagi para calon ketua yang maju tanpa konsep yang jelas,” kata dia.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan