5 Pelaku Aksi Inteloren Masuk DPO

0
reka-ulang -kasus-penyerangan-habib-umar-assegaf
REKA ULANG- Adegan saat para pelaku aksi intoleran, menganiaya korban setelah jatuh dari motor dalam rekonstruksi di Kampung Mertodranan, Pasar Kliwon, Kamis (17/9). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

*Rekonstruksi Aksi Intoleran Kampung Mertodranan, Pasarkliwon

SOLO,suaramerdekasolo.com – Jajaran kepolisian masih terus memburu para pelaku aksi intoleran dalam acara midodareni di Kampung Mertodranan, Pasarkliwon, Solo, Jateng yang terjadi beberapa waktu lalu.

Setidaknya ada lima pelaku yang punya peran penting dalam aksi intoleran masuk daftar pencarian orang (DPO).

Hal itu dikemukakan Kasat Reskrim Polresta Surakarta, AKP Purbo Adjar Waskito usai pelaksanaan rekonstruksi di lokasi kejadian di Kampung Mertodranan, Pasar Kliwon, Kamis (17/9/2020).

Baca : Bondan Pimpin Golkar Wonogiri, Terpilih Secara Aklamasi

Adapun dalam reka ulang dengan 77 adegan, delapan tersangka dihadirkan. Sedangkan 5 pelaku yang masuk DPO diperankan oleh anggota. Reka ulang dimulai saat tiga orang yang diduga sebagai otak aksi, berkumpul di sebuah tempat ibadah yang menginfokan kalau di lokasi mengadakan acara yang mereka anggap menyimpang dari ajaran agama. Kemudian salah seorang saksi beriniisial R mengendarai sepeda motor melintas di depan rumah korban.

Baca : Pilbup Sragen, Pemilih Diberi Sarung Tangan Sekali Pakai

Saksi sempat bertanya pada ketua RT setempat bermaksud menanyakan acara tersebut. Karena ketua RT tersebut tidak tahu, R dan Ketua RT mendatangi kediaman korban. Namun belum sampai di tempat tujuan, R pamit untuk pergi.

Rupanya pelaku R pergi untuk memberi kabar kepada pelaku lain kalau ada kegiatan menyimpang melalui group Whatsapp.

Membaca info dari R, kelompok mereka lalu mendatangi lokasi yang diinfokan oleh R.
Kelompok pelaku memaksa masuk kerumah korban untuk melakukan pembubaran paksa, namun dapat cegah petugas kepolisian yan telah berada di lokasi sejak awal.

Kapolresta Surakarta yang saat itu masih dijabat Kombes Pol Andy Rifai dalam reka ulang diperankan anggota mencoba meminta massa membubarkan diri. Namun massa tak beranjak pergi sebelum acara didalam rumah korban dihentikan.

Tak selang berapa lama, satu persatu kendaraan dari dalam rumah keluar. Saat mobil kedua keluar, salah seorang pelaku menendang bagian pintu depan sebelah kiri, ada pula pelaku lain yang memendang bagian mobil lain.

Baca : Awas, Sanksi Denda Menanti

Hal serupa juga terlihat pada mobil ketiga saat keluar, mobil tersebut terlihat dilempar menggunakan batu hingga mengenai salah satu korban yang duduk dibangku penumpang.

Kondisi paling parah saat tiga orang yang mengendarai dua unit sepeda motor yang tidak lain merupakan UA (55) beserta anaknya HU (15), serta HA (57).

Mereka menjadi sasaran amuk massa sehingga jatuh tergeletak ditengah jalan. Mereka dievakuasi kerumah sakit oleh aparat kepolisian yang ada di lokasi. Setelah kejadian tersebut, polisi memukul mundur massa. Dua mobil tersisa dapat dievakuasi dan massa membubarkan diri dari lokasi.

Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta Cahyo Madriastanto mengatakan rekontruksi ini bisa menjadi bahan penelitian dari Jaksa. “Apalagi kejadian itu di malam hari, sehingga dengan ini bisa jelas menggambarkan situasi yang sebenarnya,” kata Cahyo.

“Untuk JPU nanti dibentuk setelah berkas dinyatakan lengkap. Adapun tentang sidang nanti apakah akan digelar di PN Solo atau pindah ke PN lain nanti tergantung pertimbangan,” imbuh Cahyo.

Baca : Motor Mayat Kepanjen Dibuang Di Jurang

Sementara itu, Kuasa hukum tersangka, Moch Aminnudin mengatakan hasil rekonstruksi akan menjadi pertimbangan di pengadilan. “Apalagi tadi ada tersangka yang merasa tidak melakukan perbuatan tersebut, nanti kita buktikan saja di pengadilan,” pungkasnya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan