Masyarakat Mengeluh Terganggu, 110 Motor Ngebronk Digaruk

0
motor-bronk-karanganyar
MOTOR BRONK – Kapolres dan Wakapolres serta Kasatlantas saat meninjau motor bronk sitaan yang dijajar di halaman Mapolres Karanganyar. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Benar-benar meresahkan dan mengganggu masyarakat karena suaranya yang bising, polisi akhirnya bertindak. Sebanyak 110 motor dengan knalpot ngebronk yang memekakkan telinga kembali dioperasi. Sejak kamis malam sampai Senin malam, tercatat 110 motor bronk disita dan dijajar di halaman Mako Polres Karanganyar.

‘’Kami juga heran, sepertinya tidak ada jeranya. Sudah dioperasi berkali-kali tetap muncul motor bronk ini. Suaranya melebihi ambang batas yang ditentukan. Kalau di UU Lalu lintas, maksimal 90 desibel untuk kendaraan maksimal 150 CC. Ini seenaknya saja tanpa aturan,’’ kata Kapolres AKBP Leganek Mawardi didampingi Wakapolres Kompol Busroni dan Kasatlantas AKP Maulana Izar, Kamis.

Baca : Pilkada Pada Masa Pandemi Covid-19, Arif Sahudi Usul Coblosan dengan Model COD

Saat itu semakin bramai bertepatan dengan sebuah acara perguruan silat mengadakan perayaan. Sehingga sejak Kamis malam sampai puncaknya Minggu malam banyak pemuda mengendarai motor bronk tersebut.

Petugaspun terpaksa kucing-kucingan karena pengemudi motor terpaksa lari menghindar, sebab dicegat petugas di beberapa tempat, mulai di Papahan, depan Alun-alun sampai Mapolres, Bejen, Popongan, sehingga mereka menyelinap ke jalan kampung menghindari petugas.

Kendaraan mereka pun aneka macam. Dari yang sekadar Honda Astrea lama sampai kendaraan tanpa plat nomor, RX King, Yamaha Vixion modifikasi, sampai kendaraan mahal seperti Honda CBR 250 CC dan Kawasaki Ninja 200 CC serta juga lainnya.

Baca : Pakar Hukum M Taufiq: Pilkada Solo Sudah Selesai

Ada 16 motor yang saat diteliti terdapat perbedaan antara nomor mesin dan nomor rangka yang tertera di surat dan kendaraan. Namun belum ada indikasi motor tersebut motor hasil kejahatan curanmor. Setelah diselesaikan perkra knalpot bronk ini baru urusan suratnya ditelusuri.

Polisi tetap menahan motor meski yang bersangkutan tetap menunjukkan surat administrasi seperti STNK dan SIM. Mereka boleh mengambil motornya dengan syarat motor diperbaiki sesuai spesifikasi knalpot, spion, lampu, dan lainnya.

Sedangkan untuk anak-anak yang diketahui belum cukup umur mengendarai motor, orang tuanya harus mendampingi saat mengambil motor. Syaratnya sama, spesifikasi motor dikembalikan seperti semula.

Baca : Jika Terpilih Wali Kota Wakil Wali Kota, Gibran-Teguh Siap Lanjutkan Program 3WMP Rudy-Purnomo

Kasus motor bronk itu terus menjadi keluhan masyarakat, sebab pengemudinya yang tertangkap berusia antara 15 – 35 tahun seperti tidak peduli saat melintas di kampung siang bolong atau tengah malam, depan masjid saat ibadah, dan lainnya. Sehingga keluhan terus bermunculan di sesial media.

‘’Kami juga risih karena seperti tidak ada habisnya, sudah ratusan motor kita razia tetapi selalu bermunculan. Semoga saja setelah ini tidak ada lagi keluhan. Kami bertekad menyita dan memberantas sampai selesai,’’ kata Kapolres.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan