SK Penetapan Lokasi Tol Solo-Yogya Turun

0
tol-solo-jogja
FOTO ILUSTRASI

*50 Desa di 11 Kecamatan di Klaten Terdampak Tol

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Akhirnya, Gubernur Jawa Tengah menerbitkan Surat Keputusan Nomor 590/48 Tahun 2020 tanggal 15 September 2020 tentang Penetapan Lokasi Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Tol Solo – Yogyakarta di Kabupaten Klaten. Ada 50 desa dan 11 kecamatan di Kabupaten Klaten yang terdampak pengadaan jalan tol seluas 3.775.217 m2 itu.

Selain memastikan data lokasi wilayah yang terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) itu, SK Gubernur juga menetapkan peta lokasi sebagai dasar pengadaan tanah nantinya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Klaten Jaka Sawaldi berharap, SK penetapan lokasi bisa mengakomodirkan kepentingan wilayah, dampak lingkungan dan sosial termasuk responsif terhadap perkembangan lapangan.Dan yang terpenting kepentingan masyarakat dan pemerintah setempat diakomodir.

”Kita menyambut baik SK Gubernur ini, seperti pemihakan tenaga lokal dalam pembangunan fisik jalan tol. Kita berharap masyarakat tidak sebagai penonton. Akan ada jaminan keberlanjutan irigasi ahan pertanian , termasuk sumber-sumber mata air dan situs sejarah di sekitarnya,” kata Jaka Sawaldi.

Setelah dilakukan konsultasi publik, pihak pelaksana yakni Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bisa memenuhi keinginan warga Klaten sebagaimana kesepakatan dalam komunikasi publik.

“Meski sudah ada konsultasi publik, saya harap Dirjend Bina Marga Kementerian tetap 24 jam membuka komunikasi dengan warga Klaten. Informasi yang berkembang bisa macam-macam. Saat masyarakat butuh kepastian, tim kementerian bisa cepat memberikan kepastian. Pemkab Klaten akan siap membantu agar tidak terjadi informasi yang salah,” tegas Sekda.

Dalam lampiran SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 590/48 Tahun 2020, Kecamatan Ngawen menjadi wilayah terdampak paling banyak meliputi 9 desa. Sedangkan Kecamatan Ceper menjadi wilayah terkecil terdampak yakni desa Kuncen, disusul Kecamatan Delanggu dengan desa terdampak dua wilayah yakni Sidomulyo dan Mendak. (Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan