Tensi Politik di Sukoharjo Panas, Tim EA Laporkan Dua Akun Medsos

0
pilkada-skh
ETIK-AGUS : Bakal calon bupati-wakil bupati Sukoharjo Etik Suryani-Agus Santosa mendaftar melalui DPC PDIP Sukoharjo untuk Pilkada 2020 mendatang. (Suaramerdekasolo.com/heru Susilo)

Tensi politik menjelang Pilkada Sukoharjo mulai memanas. Tim pemenangan Etik-Agus (EA) Sukoharjo, melaporkan dua akun media sosial (medsos) ke polres setempat.

Dua akun ini mengunggah video dan gambar yang dinilai mendiskreditkan pasangan bakal calon dari koalisi PDI Perjuangan tersebut. Ketua tim pemenangan EA, Wawan Pribadi mengatakan, unggahan dua akun medsos tersebut mengganggu karena ada kata kata yang tidak pantas disampaikan dalam ranah publik.

“Satu akun di facebook mengunggah video dengan narasi ajakan menyeberang partai dan kata-kata umpatan. Sementara, satu akun lainnya menyebarkan gambar editan diaplikasi whatsapp grup (WAG) dengan keterangan gambar tidak pantas. Kami mendapatkan laporan dari warga dengan beredarnya unggahan yang tidak pantas dan merugikan kami secara personal maupun organisasi,” beber Wawan, Jumat (18/9/200).

Langkah hukum ini, lanjut dia, lebih pada upaya memberikan pembelajaran politik yang baik pada masyarakat. Bukan bentuk anti kritik ataupun membungkam kebebasan berpendapat. Karena pada prinsipnya, kebebasan berpendapat tetap dibatasi oleh hak hak orang lain. Terlebih apa yang disampaikan dua akun tersebut adalah bentuk pelecehan dan penghinaan.

“Silahkan berpendapat dan mengkritik di media sosial, tetapi ada batasan dan aturannya. Kalau memang melanggar, kami sebagai warga negara yang baik mengambil jalur hukum,” tegas Ketua DPRD Sukoharjo ini.
Pihaknya mengakui mendekati waktu pelaksanaan pencoblosan Pilkada, sangat wajar apabila tensi politik turut meningkat. Tetapi semua pihak harus berkompetisi secara sehat. Tidak menyebarkan hoax maupun fitnah, terlebih melalui media sosial dimana ada konsekuensi hukum yang menyertai tindakan tesebut. “Yang ditekankan dalam hal ini adalah pembelajaran politik,” kata dia.

Salah satu kuasa hukum tim EA Nursito mengatakan, ada dua alat bukti yang disampaikan pada polisi. Berupa akun yang memuat gambar dan video yang dianggap memenuhi unsur dugaan pelanggaran hukum. (Heru S)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan