UMKM Didorong Kreatif Dan Punya Nilai Tambah

0
umkm-the-sunan-hotel
Virtual talkshow yang digelar IMA Chapter Solo di The Sunan Hotel, Kamis (17/9/2020). (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Baik Kepala Dinas Koperasi Dan UMKM Heri Purwoko, Ketua Ivendo Jateng Antok Boni Trisnanto maupun VP Entrepreunership IMA Chapter Solo Joko Sutrisno, yang dihadirkan dalam virtual talkshow di The Sunan Hotel, Kamis (17/9/2020), sepakat bahwa kreatifitas adalah kunci keberhasilan UMKM.

Demikian pula dengan President IMA (Indonesia Marketing Associations) Chapter Solo, Retno Wulandari yang membuka talkshow “Geliat UMKM Solo Raya Tantangan dan Peluang di Masa Pandemi” itu, juga sepakat, kreatifitas adalah kunci keberhasilan UMKM.Baik itu kreatifitas dalam bentuk produk, pemasaran, maupun layanan. Selain kreatifitas, produk yang dijual juga harus punya nilai tambah.

“Kalau tidak begitu, maka produk UMKM bakal kalah bersaing dengan lainnya,” kata Joko.

Tampil sebagai pembicara pertama, Heri Purwoko mengaku salut pada kreatifitas para pelaku UMKM di tengah pandemi covid-19 agar bisa bertahan hidup. Misal, yang semula penjahit atau pemilik rumah mode banting setir membuat masker dan APD.

Kemudian pembuat kerajinan beralih ke usaha kuliner, pemilik EO jadi bakul buah, dan lainnya. Dan agar usaha itu bisa berjalan, Pemkot melalui Dinas Koperasi dan UMKM selalu memberi pendampingan dan pembinaan, juga permodalan.

“Baru saja kita menyalurkan bantuan sosial dari presiden bagi para pelaku UMKM masing-masing Rp 2,4 juta dan sebelumnya bantuan bahan baku dari gubernur bagi para pelaku usaha kuliner,” katanya.

Antok Boni Trisnanto menambahkan, kehadiran media sosial sangat membantu para pelaku UMKM dalam berprosi dan membuka jaringan.

Bahkan kekuatan media sosial seperti instagram, facebook, tweeter, dan lainnya mampu memasarkan produk sampai luar negeri.Di sela talkshow, The Sunan Hotel Solo meluncurkan “Sunan Market Place”, yang menampilkan produk produk UMKM untuk dipromosikan secara gratis di platform sosial media yang dimiliki hotel bintang empat tersebut.

Adapun syarat produk ditampilkan harus melalui proses kurasi.Selain itu juga digelar UMKM show case virtual yang menyuguhkan karya UMKM yang menjadi mitra The Sunan. Seperti, JAWI house of craft, Batik Saseti, ReRONce Ecoprint dan Kanjenk Putro Furniture.

“Tujuan kegiatan ini adalah untuk menjadikan UMKM makin kreatif sekaligus membantu  memasarkan produk UMKM agar bisa menjangkau pasar lebih lebar melalui virtual,” kata Retno, GM The Sunan Hotel Solo. (Vladimir Langgeng) 

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan