Cegah Baby Boom, Desa Sambirembe Kecamatan Kalijambe Laksanakan Pelayanan KB Mandiri

0

*Lewat Dana Desa

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Selama masa pandemi, tidak dipungkiri angka kehamilan makin meningkat. Pelayanan pada fasilitas kesehatan pun dibatasi karena petugas kesehatan juga memfokuskan penanganan COVID-19 yang makin cepat perkembangan kasusnya.

Untuk mengatasi permintaan masyarakat terkait pelayanan KB, pemerintah desa Sambirembe, bekerja sama dengan pihak Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (PPKBPPPA) Kecamatan Kalijambe dan Bidan Desa melakukan pelayanan KB yang bertempat di Gor Balai Desa Sambirembe, Sragen dengan 15 calon akseptor pasang dan 1 akseptor ganti cara, Sabtu (19/9/2020

Kepala Desa Sambirembe, Endang Fatmawati mengaku, pelayanan KB sangat dibutuhkan oleh warga saat ini.

“Selama masa pandemi memang agak kesulitan menemukan monentum untuk melakukan pelayanan KB secara gratis, karena dana desa yang ada digunakan untuk penanggulangan COVID-19. Namun, animo masyarakat terhadap pelayanan KB mulai dirasa meningkat, sehingga bagaimanapun caranya pemerintah desa perlu untuk mengadakan acara semacam ini,” ungkapnya.

Dalam acara yang sama, Ketua TP PKK Kecamatan Kalijambe, Mamik Rusmanto, menyampaikan apresiasinya terhadap kinerja pemerintah desa dan kolaborasi yang dilaksanakan.

“Acara berjalan dengan baik, protokol kesehatan tetap terjaga, dan kolaborasi luar biasa, baik dari pemerintah desa, kader, dan petugas kesehatan, hal-hal seperti ini yang dibutuhkan dari pemerintah agar masyarakat mendapatkan manfaatnya. Harapannya kegiatan seperti ini dapat diikuti oleh desa lainnya,” tukasnya.

Petugas dan para penyuluh KB Kecamatan Kalijambe, Sunarto, Bambang Saptono, Eka Puspita Sari dan Fahmi Rachmanda Putra, menyampaikan pesan agar masyarakat tetap menggunakan alat kontrasepsi meskipun di masa pandemi.

Sebagai penyuluh KB termuda di Kecamatan Kalijambe, Eka juga menjelaskan risiko kehamilan di masa pandemi. “Tetap gunakan alat kontrasepsi, risiko yang ada tidak sebanding jika harus mengalami kehamilan tidak diinginkan, atau kehamilan dan terpapar COVID-19,” imbuh Eka (*)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan