Konferprov PWI Jateng Cacat Hukum, Tim Gunawan Permadi Laporkan ke Dewan Kehormatan

0
pemred-suara-merdeka-gunawan-permadi
FOTO DIRI : Gunawan Permadi (suaramerdekasolo.com/Dok)

SEMARANG,suaramerdekasolo.com – Dewan Kehormatan PWI Pusat diminta menindaklanjuti laporan pelanggaran pelaksanaan Konferensi Provinsi PWI Jawa Tengah, karena dinilai telah melanggar Peraturan Dasar-Peraturan Rumah Tangga (PD-PRT). Atas dasar pelanggaran PD-PRT tersebut, maka sudah selayaknya pelaksanaan Konferprov PWI Jateng cacat hukum dan layak dibatalkan.

Hal itu ditegaskan Rony Yuwono, Ketua Tim Pemenangan Calon Ketua PWI Jateng Gunawan Permadi, Sabtu (19/9). ”Kami sudah mengirimkan surat aduan kepada Dewan Kehormatan PWI Pusat. Kami berharap agar Dewan Kehormatan memberikan keputusan cacat hukum atas pelaksanaan Konferprov PWI Jateng,” kata Rony Yuwono, setelah menyerahkan surat keberatan proses konferprov kepada Panitia Konferprov PWI Jateng.

Rony menjelaskan, pada mulanya semua berharap Konferprov 2020 PWI Jateng berlangsung dengan demokratis dan alamiah. Namun, terjadi pelanggaran-pelanggaran selama sidang pertama konferensi pada 18 September 2020 via zoom.

Kronologi pelanggaran adalah sebagai berikut, penetapan pimpinan sidang tidak sesuai prosedur. Pimpinan sidang tidak dipilih oleh forum peserta konferensi, namun sudah disiapkan oleh panitia, yakni Sdr Sosiawan didampingi Zaenal Mutaqin dan Isdiyanto.

Lalu jumlah peserta tidak memenuhi kuorum 2/3 jumlah anggota sebanyak 365 orang. Berdasarkan Peraturan Rumah Tangga (PRT) PWI Pasal 33 ayat 2, konferensi dapat ditunda maksimal satu bulan apabila peserta tidak memenuhi kuorum. Penyelenggaraan dengan zoom tidak berarti menghapus substansi konferensi sebagaimana diatur dalam PD/PRT.

Rony memaparkan, jika merujuk Pasal 33 tersebut, pimpinan sidang tidak menyatakan menunda sidang. Pimpinan sidang hanya menskors sidang selama 20 menit untuk menunggu peserta mengikuti konferensi, yang pada saat dibuka hanya dihadiri sekitar 60 orang. Setelah skors dicabut, sidang langsung dilanjutkan tanpa kesepakatan peserta. Setelah break siang, peserta hanya mencapai 55 orang.

Disebutkan pula hak anggota untuk menyampaikan pendapat, tanggapan, dan sanggahan tidak diakomodasi oleh pimpinan sidang.

”Kami berinisiatif mendatangi Ketua Umum PWI Pusat Atal S Depari untuk menyampaikan secara langsung keberatan kami dan menyerahkan laporan temuan beserta bukti-bukti pelanggaran menjelang Konferprov. Ketua Umum bersikukuh sidang dilanjutkan dan hanya berjanji akan mengevaluasi penyelenggaraan berdasarkan laporan tersebut,” ungkapnya.

Menyikapi pelanggaran-pelanggaran tersebut serta merespons keputusan Ketua Umum PWI Pusat, para pendukung calon Ketua PWI Jateng Gunawan Permadi memutuskan walk out dari konferensi dengan permintaan agar Konferprov ditunda untuk persiapan yang lebih baik. Perlu ditegaskan bahwa calon ketua PWI Gunawan Permadi menyatakan walk out dari konferensi dan bukan mundur dari pencalonan.

”Untuk itu, kami memohon kepada Dewan Kehormatan PWI Pusat untuk meninjau keabsahan Konferprov 2020 PWI Jateng, membatalkan seluruh tahapan Konferprov, mengambil alih kepengurusan PWI Jateng oleh Pusat dengan caretaker hingga pelaksanaan ulang Konferprov yang demokratis dan taat PD/PRT,” tegas Rony. (*)

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan