Warisi Darah Seniman Didi Kempot, Saka Luncurkan Single “Gelang Putih”

0
single-gelang-putih-saka
SINGLE : Saka menyanyikan lagu Gelang Putih, saat peluncuran single perdananya di Ramada Suites and Hotel, Colomadu, Minggu (20/9/2020) malam. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Darah seniman maestro campursari Didi Kempot, menurun ke anak lelakinya, Saka Praja Adil Prasetya.

Anak dari pernikahannya dengan penyanyi Yan Vellia itu, meluncurkan single perdananya berjudul Gelang Putih di Ramada Suites and Hotel, Colomadu, Minggu (20/9/2020) malam.

Lagu tersebut berkisah tentang rasa rindu setelah ayahnya meninggal dan semangat untuk meneruskan perjuangan Didi Kempot di jalur musik Jawa. Gelang putih menjadi simbol kerinduan pada sosok sang ayah, karena gelang tersebut merupakan aksesoris yang kerap dipakai Didi Kempot di atas panggung.

Ditulis oleh Daru dari grup Ndarboy Genk, lagu tersebut menjadi pijakan awal Saka untuk terjun di dunia musik, sesuai dengan cita-citanya untuk menjadi penyanyi dan penerus perjuangan Didi Kempot.

VIdeo klip single tersebut diluncurkan tepat pukul 20.00 lewat channel Youtube “Saka Bumi Official”. Sejumlah komunitas fans Saka maupun fans Didi Kempot yang hadir di lokasi, menyiarkan launching tersebut secara live di akun sosmed mereka.

Saka juga tampil membawakan lagu itu secara live, diiringi grup Lare Jawi yang selalu mengiringi penampilan Lord Didi saat manggung, semasa hidupnya.

Dalam konferensi pers, Saka mengaku ingin meneruskan semangat ayahnya dalam berkesenian.

” Ingin meneruskan lagu-lagunya Papa. Ingin merasakan perjuangan Papa dari bawah sampai posisi tinggi,” katanya.

Keinginan Saka terjun ke dunia musik juga tak lepas dari mimpi, di mana dia didatangi Didi Kempot. Empat kali Saka didatangi Didi Kempot saat tidur. Bahkan pesan yang disampaikam sangat jelas diterima Saka.

“Dalam mimpi itu, Papa mengatakan ” Le, maju Le. Nerusin Papa”. Lain waktu Papa bilang “sing semangat yo, Le”. Ada juga yang mimpi sepanggung dengan Papa,” kata Saka. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan